Israel Coba 'Manfaatin' Donald Trump Buat Lawan Iran. Bakal Jadi Perang Dunia Ke-3 atau Cuma Gertakan Doang?
astakom.com, Jakarta - Israel mengharapkan serangan cepat AS terhadap Iran, tetapi keinginan Israel tidak sesuai dengan keinginan Presiden AS Donald Trump.
Dikenal bahwa Trump mengutamakan diplomasi dalam upaya menghentikan program nuklir Teheran.
Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat Israel, yang ingin tetap anonim, setelah pertemuan antara jenderal tertinggi AS dan Israel di Pentagon atau Departemen Pertahanan AS seperti dilansir media Turki, TRT World, Selasa (3/2/2026).Misi Rahasia Israel ke Pentagon: Desak Serangan Militer
Pertemuan antara Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Jenderal Eyal Zamir, baru diketahui publik pada Minggu (1/2/2026) waktu setempat.Dilaporkan bahwa Zamir terbang ke Amerika Serikat dengan jet pribadi daripada pesawat militer untuk menghindari terlihat dan berusaha mendorong Washington untuk melakukan serangan terhadap Teheran.
Melansir dari Reuters, melaporkan pertemuan para jenderal itu, mengutip dua sumber pejabat AS yang enggan disebut namanya.
Namun, para pejabat AS tidak menjelaskan secara detail apa yang mereka bicarakan selama pertemuan di Pentagon.
Pada Minggu (1/2/2026), laporan media lokal Israel, KAN, menyatakan bahwa Zamir, yang baru saja pulang dari Amerika Serikat, menghadiri rapat keamanan yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bersama dengan sejumlah pejabat senior Israel.
Spekulasi "Deadline" Dua Bulan Menuju Konflik
Direktur Mossad, David Barnea, juga dikabarkan hadir. Zamir memperkirakan dalam rapat keamanan itu bahwa AS akan melakukan serangan militer terhadap Iran "dalam waktu dua minggu hingga dua bulan"."Ini adalah periode ketidakpastian," kata Zamir dalam rapat keamanan dengan Netanyahu, seperti dikutip Army Radio Israel.
Trump Pilih Jalur Diplomasi Ketat Ketimbang Perang
Setelah rapat keamanan itu berakhir, seorang pejabat Israel, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Trump ingin melakukan perundingan ketat dengan Iran, yang, menurut pejabat tersebut, akan mengakhiri program nuklir Teheran.Ancaman Konsekuensi dan Risiko Konflik Regional
Pejabat Israel menyatakan bahwa Tel Aviv ingin AS menyerang Iran. Israel bahkan memperingatkan AS bahwa menahan diri dari serangan akan memiliki"konsekuensi", termasuk kemajuan senjata nuklir Iran.Para pejabat Israel juga memberi tahu rekan-rekan mereka di Amerika Serikat tentang "keprihatinan" mereka tentang program nuklir Iran.
Sejauh ini, otoritas Israel belum membuat pernyataan resmi tentang pertemuan tersebut.
Setelah Trump berulang kali mengancam Iran dan berusaha mendorong negara tersebut untuk berunding, AS telah meningkatkan kehadiran militernya dan memperkuat pertahanan udara di wilayah Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Pemimpin Iran telah memperingatkan bahwa jika AS menyerangnya, konflik regional akan muncul.













