IHSG Ambruk! Tak Kuat Bertahan di Level 8.000, Presiden Langsung Gas Reformasi Pasar Saham
astakom.com, Jakarta - Pagi ini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dibuka di level 8.306,16, tak berselang lama saham terus merosot ke angka 8.000.
Hal ini menunjukkan pergerakan IHSG kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini. Aksi jual yang dominan membuat IHSG turun tajam dan akhirnya meninggalkan level psikologis 8.000.
Sekitar pukul 10.00 WIB, IHSG terus melemah sampai ke angka 7.921,22 berkurang 408,39 poin atau 4,90%.
Tekanan terjadi di hampir seluruh sektor, dengan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama laju IHSG.
Pelaku pasar menilai pelemahan ini tidak terlepas dari sentimen global yang masih diliputi ketidakpastian. Selain itu, investor juga cenderung bersikap hati-hati sambil mencermati arah kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar regional.Upaya pemerintah atasi IHSG
Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah gencar melakukan evaluasi untuk bisa membalikan keadaan seperti semula.Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta agar semua masyarakat berpikir positif, dan optimis IHSG akan membaik.
"Bismillah hari ini bisa naik. Bismillah. Ya, bismillah. Hari ini, bismillah, kita harus optimis, kita harus yakin. Kan itu untuk kepentingan kita semua ya," ujar Prasetyo di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin, (2/2/2026).
Perintah Presiden
Dia juga bilang kalau pemerintah sudah menyusun langkah strategis untuk memperbaiki bursa usai pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang membuat pasar modal anjlok, salah satunya menjaga keberlanjutan manajemen BEI dan OJK.Terlebih lagi, Presiden sudah perintahkan pihak-pihak terkait (lembaga keuangan) untuk mereformasi diri.
Upgrade aturan dan tata kelola
Mereka mau upgrade aturan dan tata kelola biar pasar saham RI kelihatan lebih profesional dan setara dengan standar."Beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri, memperbaiki diri supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel, dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia," kata Prasetyo.









