Gencatan Senjata Lagi?? Israel Malah Serang Gaza, 32 Warga Sipil Tewas!
astakom.com, Jakarta – Situasi di Palestina kembali berada di fase kritis setelah eskalasi militer pecah secara mendadak.
Sebanyak 32 nyawa melayang di jalur Gaza akibat gempuran udara yang dilancarkan militer Israel, melansir pada BBC, pada Minggu, (1/2/2026).
Tragedi ini terjadi di tengah klaim pelanggaran kesepakatan damai, di mana serangan justru menghantam titik-titik krusial termasuk pemukiman warga dan tenda darurat pengungsi di wilayah Khan Younis.Laporan resmi dari pertahanan sipil setempat mengonfirmasi bahwa mayoritas korban yang terdampak adalah kelompok rentan, yakni perempuan dan anak-anak kecil. Kejadian pilu pada Sabtu (31/1/2026) kemarin ini melibatkan helikopter tempur yang menyasar kamp-kamp sementara, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mereka yang kehilangan rumah.
Banyak saksi mata menyebutkan bahwa intensitas ledakan kali ini benar-benar chaos dan menjadi yang paling brutal sejak dimulainya periode gencatan senjata fase kedua pada awal bulan ini.Israel Sebut Hamas ‘Red Flag’ Langgar Perjanjian
Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memberikan klarifikasi bahwa aksi militer tersebut merupakan respons atas tindakan Hamas yang dianggap melanggar kesepakatan pada Jumat (30/1/2026).Menurut klaim IDF, mereka mendeteksi adanya pergerakan 8 orang yang disebut sebagai teroris keluar dari terowongan bawah tanah di kawasan Rafah Timur.
Tak hanya itu, militer Israel bersama Badan Keamanan Israel (ISA) mengaku telah menargetkan sejumlah fasilitas strategis, termasuk lokasi pembuatan senjata dan pos peluncuran roket milik Hamas di wilayah Gaza Tengah.
Hamas Minta AS Segera ‘Action’ Hentikan Agresi
Di sisi lain, pihak Hamas mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa Israel terus menjalankan agenda perang yang brutal.Mereka mendesak Amerika Serikat untuk tidak hanya diam dan segera melakukan intervensi nyata guna menghentikan tumpahnya darah warga sipil.
Juru bicara otoritas setempat memaparkan bahwa serangan udara ini tidak hanya menyasar target militer, melainkan juga menghancurkan apartemen tinggal, kantor polisi, hingga fasilitas umum yang padat penduduk.
Jeritan Pilu Warga di Tengah Puing Reruntuhan
Kisah menyedihkan datang dari Samer al-Atbash, seorang warga yang kehilangan tiga keponakannya dalam serangan di Kota Gaza.“Kami menemukan tiga keponakan kecil saya di jalan. Mereka mengatakan ‘gencatan senjata’ dan sebagainya. Apa yang dilakukan anak-anak itu? Apa yang telah kami lakukan?” kata paman dari tiga anak yang tewas, Samer al-Atbash.
Sambil menahan duka, ia mempertanyakan urgensi serangan tersebut di saat semua orang mengira sedang berada dalam masa damai.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen emosional saat jenazah dievakuasi dari reruntuhan bangunan, yang terjadi tepat sebelum rencana pembukaan kembali pintu perbatasan Rafah di perbatasan Mesir.
Kemenlu Sampe Beri Respon Tegas
Kementerian Luar Negeri Mesir serta Qatar, sebagai mediator kunci, langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras pelanggaran berulang ini.Mereka meminta semua pihak untuk menahan diri agar eskalasi tidak semakin meluas ke arah yang lebih buruk.
Ketegangan ini muncul tak lama setelah utusan AS, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata yang awalnya diproyeksikan untuk membangun pemerintahan teknokratis dan melakukan rekonstruksi total di wilayah Gaza.













