astakom.com, Jakarta – Menjelang keberangkatan musim haji tahun ini, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan yang bener-bener deep soal pentingnya integritas bagi seluruh tim pelayan tamu Allah.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan di Lapangan Galaxy Makodau I Halim, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026) pagi, Presiden menegaskan bahwa kedisiplinan bukan cuma sekadar formalitas, melainkan pondasi utama agar pelayanan tidak kehilangan arah.
“Saya menekankan bahwa disiplin adalah fondasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Disiplin dalam mematuhi regulasi, disiplin dalam menjalankan peran dan kewenangan, disiplin dalam waktu, serta disiplin dalam menjaga etika dan integritas,” ujar Gus Irfan membacakan pesan Prabowo yang turut disiarkan di YouTube Kementerian Haji dan Umrah RI.
“Tanpa disiplin, sistem yang baik tidak akan bisa berjalan. Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan arah,” ujarnya.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, yang mewakili presiden dalam acara pengukuhan petugas haji tersebut, menyampaikan bahwa peran mereka sangat strategis karena menjadi representative atau wajah bangsa di mata internasional.
“Petugas haji adalah wajah negara di hadapan jemaah dan di hadapan dunia,” kata Prabowo
Mengingat Indonesia mengirimkan kuota jemaah paling “stonks” alias terbesar di dunia, kualitas layanan prima adalah harga mati demi menjaga wibawa negara.
“Setiap bantuan yang diberikan dan setiap kesabaran yang ditunjukkan adalah bagian dari tanggung jawab tersebut,” ujarnya.
“Karena itu, tata kelola yang tertib serta kualitas petugas yang andal menjadi kunci untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang kita harapkan,” kata Irfan membacakan pesan Presiden.
Kunci Biar Layanan Haji Gak “Lost”
Dalam arahannya, Prabowo Subianto menekankan kalau disiplin itu mencakup banyak hal, mulai dari mematuhi aturan main hingga menjaga etika saat bertugas.
“Pekerjaan ini memerlukan integritas, kedisiplinan, serta kesadaran bahwa setiap tindakan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan jemaah,” tuturnya.
Tanpa komitmen yang kuat, sistem penyelenggaraan yang sudah disiapkan nggak bakal berjalan optimal.
Presiden pengen semua petugas punya mindset yang sama, yaitu mengutamakan kepentingan jemaah di atas segalanya agar tata kelola haji tahun ini bener-bener rapi dan nggak berantakan.
Petugas Haji Harus Tampil “Proper”
Menjadi petugas haji berarti siap menjadi pusat perhatian masyarakat internasional di Arab Saudi. Laksamana (Purn) Prabowo mengingatkan kalau setiap gerak-gerik petugas mencerminkan kehormatan bangsa Indonesia.
“Saudara semua adalah wakil negara. Jaga nama baik Indonesia dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ucap Prabowo.
Oleh karena itu, integritas dan moralitas tinggi sangat diperlukan agar kepercayaan umat tetap terjaga. Petugas nggak Cuma butuh kemampuan teknis, tapi juga harus punya kesadaran kalau mereka adalah duta bangsa yang bertugas menjaga marwah Indonesia di mata dunia.
Amanah Besar dengan Kualitas “High-Tier”
Indonesia tahun ini kembali memberangkatkan jemaah dalam jumlah masif, yang artinya beban tanggung jawab petugas juga makin berat.
“Indonesia mengirimkan jemaah haji dalam jumlah terbesar di dunia sehingga membutuhkan kesiapan dan kualitas petugas yang dapat diandalkan,” ujar Irfan.
Melayani dengan Kesabaran Tingkat Dewa
Pesan terakhir dari Presiden adalah soal etika dan kesabaran dalam memberikan bantuan. Melayani jemaah yang beragam karakternya tentu butuh mental yang kuat dan hati yang tulus.
Prabowo Subianto menyebut setiap bantuan yang diberikan adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan yang bakal dapet reward pahala besar. Jadi, petugas diminta buat jaga amanah ini sebaik mungkin dan laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab sampai akhir operasional haji.

