Purbaya dan Bos BEI Bongkar Trigger IHSG Anjlok, MSCI Effect Jadi Spotlight
astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa speak up soal dalang utama yang bikin anjloknya bursa saham Indonesia IHSG sampe 7%. Menurut Purbaya, trigger utamanya yaitu isu transparansi pasar dan maraknya praktik "goreng" saham. Sehingga ini memicu kepanikan investor.
Purbaya bilang kalau sikap atas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi pemicu utama panic selling di pasar.
Jadi kebanyakan investor menganggap kalau bursa Indonesia masih punya masalah transparansi dan tata kelola.
"Ya menurut saya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free float-nya berapa persen," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip pada Kamis (29/1/2026).IHSG turun dipicu pengumuman MSCI
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ambles ke zona merah, turun hingga 7,35% ke level 8.320 saat penutupan. Bahkan, perdagangan sempat kena trading halt setelah indeks jatuh terlalu dalam sampai 8%.Bukan cuma Purbaya, Bos Bursa Efek Indonesia (BEI) juga buka suara soal kepanikan ini. Iman Rachman, Direktur Utama BEI juga bilang kalau pemicu panic selling ini yaitu pembekuan rebalancing atau penyesuaian kembali komposisi saham Indonesia bulan Februari sampai Mei di MSCI.
"Apa yang terjadi hari ini memang ada, menurut saya panic selling karena dua hal yang disampaikan yang jadi concern adalah, pertama untuk di bulan Februari rebalance-nya di-freeze. Jadi, kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI," ungkap Iman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (29/1/2026).
MSCI kasih warning buat BEI segera lakukan perbaikan
MSCI juga akan menurunkan peringkat BEI menjadi Frontier Market dari posisi saat ini dalam kategori Emerging Market. Keputusan ini akan ditetapkan jika BEI nggak melakukan perbaikan sampai Mei."Artinya, kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Kalau kita sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia," katanya.
MSCI tetapkan tiga perubahan
MSCI mengkoreksi atau buat perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari 2026. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.










