Menteri PPA Beri Applause Petugas Haji Perempuan Tahun Ini, Paling Rame Sepanjang Sejarah!!
astakom.com, Jakarta - Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, baru saja memberikan apresiasi tingginya terhadap lonjakan drastis jumlah petugas haji perempuan.
Saat hadir di agenda Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede pada Rabu (28/1/2026) “Alhamdulillah, tahun ini komposisi petugas perempuan sudah mencapai 33 persen, tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia,” ucapnya dikutip oleh astakom pada Kamis, (29/1/2026).
Langkah ini dinilai bukan cuma soal angka, tapi strategi cerdas buat mastiin pelayanan jadi lebih empatik dan proper buat para jemaah, apalagi sekarang keberangkatan didominasi oleh kaum hawa dan para lansia yang butuh perhatian ekstra.Chandra Sulistio Reksoprodjo, selaku Direktur Bina Petugas Haji Reguler, nambahin info kalau total petugas haij perempuan yang diterjunkan, baik di kloter maupun non-kloter, menyentuh angka sekitar 755 orang.
“Angka ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami untuk menyediakan layanan Haji yang lebih inklusif, manusiawi, dan responsif terhadap kebutuhan para jamaah,” ucap Chandra.
Karena data menunjukkan 55,4 persen jemaah kita adalah perempuan yang seringkali butuh pendampingan khusus soal privasi dan pelayanan yang penuh empati sesama perempuan.Srikandi Haji 2026, Layanan Empati Jadi Kunci Utama
Peningkatan jumlah petugas perempuan tahun ini dirancang supaya pelayanan di lapangan lebih sensitif terhadap kebutuhan jemaah lansia.Arifatul Choiri Fauzi menekankan bahwa kehadiran petugas wanita sangat krusial buat menangani urusan privasi di kamar hingga pendampingan darurat yang mungkin nggak nyaman kalau ditangani petugas pria.
“Banyak masalah yang lebih tepat ditangani oleh petugas perempuan, seperti yurisprudensi khusus perempuan (fiqh), bantuan di kamar, dan situasi darurat yang menyangkut privasi seorang jamaah,” jelasnya.
Dengan komposisi yang lebih seimbang, diharapkan vibe pelayanan di Tanah Suci jadi lebih adem dan setiap kendala yang muncul bisa langsung diselesaikan secara sat-set tanpa hambatan komunikasi.
Jangan Ada Lagi Lansia yang Kesulitan
Menteri PPPA sempat flashback ke pengalamannya saat jadi Amirul Hajj 2025, di mana beliau melihat banyak jemaah lansia yang kesulitan karena kekurangan pendamping di dalam kamar.Tahun ini, ada usulan buat ngatur komposisi penghuni kamar yang lebih mix antara jemaah muda dan tua supaya bisa saling support.
“Ke depannya, kami mengusulkan komposisi kamar yang lebih seimbang, termasuk jemaah yang lebih muda agar mereka dapat saling mendukung. Ini tampak sederhana, tetapi memiliki dampak besar pada kenyamanan dan martabat jemaah lanjut usia," ujarnya.
Aturan Baru, Regulasi Haji Ramah Perempuan dan Lansia
Kementerian PPPA saat ini lagi serius ngebahas pedoman khusus buat layanan perempuan bareng berbagai pihak terkait guna menyempurnakan aturan haji di masa depan.Fokus utamanya adalah gimana caranya biar pelayanan berangkat dari hati dan rasa empati yang tinggi, bukan cuma sekadar menjalankan tugas formalitas.
“Yang terpenting adalah pelayanan harus datang dari hati. Empati harus menjadi fondasinya, karena para jamaah yang kita layani adalah tamu Allah sekaligus warga negara yang martabat dan keselamatannya harus kita lindungi,” kata Arifatul.
Arifatul pengen martabat warga negara, terutama ibu-ibu dan lansia, tetep menjadi prioritas nomor satu saat mereka sedang berjuang menyelesaikan rukun Islam kelima di negeri orang.
Rekor 755 Petugas Perempuan yang Membanggakan
Angka 755 petugas perempuan tahun ini resmi jadi tonggak sejarah baru yang bikin sistem perhajian Indonesia makin diakui dunia.Chandra Sulistio menyebut kalau transformasi ini bikin pelayanan jadi lebih manusiawi dan responsif terhadap dinamika di lapangan yang makin kompleks.
“Angka ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami untuk menyediakan layanan Haji yang lebih inklusif, manusiawi, dan responsif terhadap kebutuhan para jamaah,” tegas Chandra.











