astakom.com, Jakarta – Perusahaan e-commerce raksasa, Amazon mengumumkan akan melakukan PHK pemutusan hubungan kerja atau merumahkan 16.000 karyawannya di seluruh unit perusahaan.
Berdasarkan keterangan dari Tech Crunch pada Kamis (29/1/2026) keputusan ini terjadi setelah Amazon memberhentikan 14.000 orang pada Oktober 2025.
Secara kolektif jumlah PHK mencapai 30 ribu pegawai sejak akhir tahun lalu. Ini sebanding dengan 10 persen dari tenaga kerja perusahaan dan teknologi Amazon.
Wakil Presiden Senior Bidang Pengalaman Karyawan dan Teknologi Amazon, Beth Galetti bilang PHK massal terbaru ini dilakukan supaya mengurangi lapisan hierarki dan menghilangkan birokrasi.
Bagian dari upaya Amazon perkuat organisasi
“Kami telah berupaya memperkuat organisasi dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan rasa kepemilikan, dan memangkas birokrasi,” tulis Galetti dalam pernyataan resmi perusahaan.
Galetti bilang kalau perusahaan tidak menutup kemungkinan buat kurangi jumlah karyawan lebih banyak lagi.
“Beberapa dari Anda mungkin bertanya apakah ini awal dari tren baru – di mana kami melakukan pengurangan besar-besaran setiap beberapa bulan. Itu bukan rencana kami,” dia membeberkan.
Evaluasi kinerja
“Tetapi seperti yang selalu kami lakukan, setiap tim akan terus melakukan evaluasi, dan melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya,” katanya dalam keterangan tertulis.
Pada Oktober 2025 Amazon mendata bahwa mereka punya 1,57 juta karyawan. Perusahaan akan menerbitkan laporan kinerja untuk kuartal IV 2025 minggu depan.
Meskipun gelombang PHK di Amazon tinggi, tapi Galatti bilang kalau perusahaan akan terus melakukan rekrutmen karyawan untuk bidang-bidang strategis.
Strategi CEO Amazon
CEO Amazon Andy Jassy punya strategi untuk merampingkan struktur perusahaan. Jassy menetapkan target internal untuk memangkas lapisan manajemen dan beroperasi lebih seperti ‘startup’ untuk mempercepat inovasi.
“Kita akan membutuhkan lebih sedikit orang untuk melakukan beberapa pekerjaan yang dilakukan saat ini, dan lebih banyak orang untuk melakukan jenis pekerjaan lain,” kata Jassy dalam sebuah keterangan, dikutip pada Kamis (29/1/2026).
Peralihan dan percepatan AI
Di samping itu, Amazon lagi mode agresif mengalihkan sumber daya ke arah pengembangan AI dan infrastruktur pusat data.
Perusahaan telah memproyeksikan pengeluaran modalnya akan mencapai USD125 miliar pada 2026. Anggaran ini jadi proyeksi pengeluaran tertinggi di antara perusahaan teknologi besar.

