Ini Faktor Pemicu Rupiah Jaya Hari Ini Rabu, Dibuka Rp16.726/Dolar AS
astakom.com, Jakarta - Hari ini, Rabu (28/1/2026) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah dibuka diharga Rp16.726/USD.
Melansir dari berbagai sumber, ada banyak faktor yang membuat rupiah perkasa hari ini. Salah satunya karena faktor eksternal atau global. Penguatan rupiah ini terjadi saat indeks dolar Amerika Serikat turun 0,27% ke posisi 95,962.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang, penguatan rupiah nggak cuma dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI), tapi juga faktor global kayak pergerakan dolar AS dan yen Jepang.
Menurutnya, tren dolar yang melemah dan yen yang menguat terjadi karena adanya upaya kebijakan internasional yang terkoordinasi dan dampaknya bisa terasa cukup lama.
"Apalagi kalau saya lihat dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan. Act concerted effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar dan ke mata uang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang," katanya dalam gelaran Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, dikutip pada Rabu (28/1/2026).
Faktor yang bikin rupiah kuat
Kalau dilihat dari pasar domestik, investor sepertinya lagi nunggu kebijakan Deputi Gubernur BI baru, Thomas Djiwandono dalam menerapkan kebijakan yang tepat di situasi sekarang.Dari sisi fiskal, Purbaya fokus memastikan program ekonomi berjalan efektif untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan begitu, arus investasi diharapkan masuk dan ikut menopang penguatan rupiah.
"Dengan pengelolaan kebijakan yang tepat, rupiah masih punya ruang untuk menguat lebih jauh dari level saat ini," tutur Purbaya.
Pede rupiah bakal kuat
Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga lagi mode pede rupiah bakal lanjut menguat dalam beberapa waktu kedepan.Bahkan dia bilang rupiah punya peluang nyentuh level sekitar Rp16.700 per dolar AS. Menurutnya, penguatan ini bukan sekadar efek sesaat, tapi ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi yang solid.
"Secara fundamental, nilai tukar rupiah itu akan terus menguat," ujar Perry dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip pada Rabu (28/1/2026).
Rupiah sempat bikin shock hampir sentuh Rp17.000
Sebelumnya, rupiah pernah bikin kaget karena hampir menyentuh Rp17.000. Nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/1/2026).
Ia menyebut tekanan datang dari ketidakpastian global yang bikin dana asing keluar, plus naiknya permintaan valas dari perbankan dan korporasi dalam negeri.
"Dipastikan ke depan stabil dan kecenderungan menguat, didukung inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.










