Anggota DPR Muslim di AS Disemprot Cairan Busuk, Ilhan Omar Tetap Slay Lanjutkan Orasi
astakom.com, Jakarta – Anggota DPR Muslim AS, Ilhan Omar, mendadak diserang saat lagi asyik berpidato di Minnesota pada Selasa lalu.
Kejadian bermula ketika seorang pria nggak dikenal mendekati podium dan menyemprotkan cairan misterius berbau busuk menyengat ke arah politisi Partai Demokrat tersebut.
Meskipun suasana sempat chaos dan bikin hadirin panik, pelaku yang bertindak nekat itu berhasil ditangkap pihak berwajib di lokasi kejadian tak lama setelah ia melancarkan aksinya yang dinilai sangat toxic tersebut.Pihak Kepolisian Minneapolis mengungkapkan bahwa tersangka menggunakan alat suntik untuk melancarkan serangan fisik tingkat ketiga ini kepada Omar.
Berdasarkan rekaman video yang viral, pelaku sempat meneriakkan kata-kata agar Omar mundur dari jabatannya sebelum akhirnya disergap oleh pria bertubuh besar di sekitar lokasi.
“Anda harus mengundurkan diri.” Ucap pelaku dikutip oleh astakom pada Rabu,(28/1/2026).
Meski sempat terhenti sejenak karena butuh tisu dan waktu buat recovery, Omar membuktikan dirinya tetap slay dengan melanjutkan pidatonya 25 menit.“Saya butuh tisu.” Ucap Omar
Dia juga menambahkan “Kita akan melanjutkannya.”
Kronologi Detik-Detik Penyerangan Cairan Misterius
Insiden ini terjadi tepat saat Ilhan Omar lagi keras-kerasnya mengkritik kebijakan menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem terkait pengerahan agen ICE yang dinilai brutal.“ICE tidak dapat direformasi, ICE tidak dapat direhabilitasi, kita harus membubarkan ICE selamanya, dan Menteri DHS Kristi Noem harus mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan,” tegas Omar dalam pidatonya, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Saat suasana lagi panas karena Omar menuntut pembubaran lembaga tersebut, pelaku tiba-tiba muncul dan menyemprotkan cairan busuk.
Tim pengamanan yang sigap langsung menjatuhkan pelaku ke lantai sementara Omar tetap tenang meski harus mundur beberapa langkah dari mikrofon untuk menghindari paparan cairan yang lebih banyak.
Protes Keras Terhadap Kebijakan ICE dan Kristi Noem
Dalam orasinya sebelum diserang, Omar menyoroti insiden penembakan fatal yang menewaskan warga sipil akibat ulah agen ICE di Minneapolis.Ia dengan tegas meminta Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, untuk segera resign atau menghadapi proses pemakzulan karena dianggap gagal mengelola keamanan.
Kritik pedas ini merupakan bentuk penolakan warga Minnesota terhadap perintah Presiden Donald Trump yang dinilai terlalu mencampuri urusan domestik negara bagian mereka dengan cara-cara kekerasan.
Investigasi Medis dan Forensik di Tempat Kejadian
Meski Omar dikabarkan baik-baik saja dan nggak mengalami luka serius, tim medis tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan cairan tersebut nggak mengandung zat berbahaya.Tim forensik kepolisian juga sudah diterjunkan ke lokasi buat mengamankan barang bukti dan menyisir area pidato.
Hingga kini, identitas pelaku masih dirahasiakan oleh otoritas setempat, namun tuntutan hukum dipastikan bakal menjeratnya karena sudah mengganggu ketertiban umum dan melakukan penyerangan terhadap pejabat negara.
Respons Publik Atas Intimidasi Terhadap Politisi Muslim
Serangan ini memicu gelombang dukungan bagi Omar di media sosial, di mana banyak netizen mengecam tindakan intoleran tersebut.Banyak yang menilai bahwa serangan ini adalah dampak dari narasi kebencian yang sering dialamatkan kepada Omar karena latar belakangnya.
Meskipun sering jadi target “serangan” kata-kata dari pihak lawan, Omar tetap konsisten menyuarakan hak-hak warga di distriknya dan menolak untuk mundur selangkah pun dari prinsip politik yang ia pegang teguh.













