All Out! Rp73,98 Triliun Siap Meluncur Buat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Sumatera
astakom.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bilang, total anggaran buat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera yang dibutuhkan tembus Rp73,98 triliun.
Fokusnya ada di sektor Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis dengan prinsip build back better alias bangun ulang infrastruktur supaya lebih kuat dan berkelanjutan.
Dody Hanggodo menyebutkan kalau anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ini sekaligus ditujukan buat meningkatkan kualitas infrastruktur dan sustainability pelayanan publik."Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur dan keberlanjutan pelayanan publik secara jangka panjang," kata Dody dalam raker bersama Komisi V DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Alokasi dana
Dari total dana itu, sekitar Rp4,8 triliun dialokasikan buat tahap tanggap darurat, sementara Rp69 triliun sisanya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.Untuk skema pelaksanaan, pembiayaan dan kolaborasi pusat dan daerah akan mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 1 Tahun 2026.
Telah merealisaikan Rp576 miliar
Pada 2025, Kementerian PU sudah merealisasikan Rp576 miliar untuk penanganan awal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Masuk 2026, kebutuhan anggaran diperkirakan Rp4,27 triliun untuk tanggap darurat dan Rp24,55 triliun untuk pemulihan infrastruktur seperti jalan, jembatan, permukiman, dan sumber daya air.
Program jalan sampe 2028
Program ini direncanakan jalan sampai 2028, dengan proyeksi anggaran Rp28,37 triliun pada 2027 dan Rp16,22 triliun di 2028."Kami memastikan proses implementasi penanganan bencana di Sumatera dapat berjalan efektif, efisien, terukur, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutur Dody.










