astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat Menteri Sosial (Mensos) menargetkan kapasitas Sekolah Rakyat mencapai 45.000 siswa pada tahun ini.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini program tersebut masih bersifat perintisan dengan daya tampung sekitar 15.000 siswa di 166 lokasi.
Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan 104 Sekolah Rakyat berbangunan permanen yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 30.000 siswa.
“Dengan sekolah rintisan yang menampung 15.000 lebih dan tambahan 30.000 maka tahun ini sekolah rakyat akan menampung 45.000,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Kerja, Komisi VIII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Pembangunan akan terus berlanjut
Mensos memastikan pembangunan sekolah rakyat akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, setiap tahunnya pemerintah akan menargetkan pembangunan 100 gedung sekolah rakyat baru. Sehingga pada tahun 2029 nanti sekolah rakyat diharapkan bisa menampung 400.000 siswa lebih.
Namun begitu, Mensos mengakui ada kendala dalam pembangunan sekolah rakyat ini salah satunya terkait kebebasan lahan di setiap kabupaten/kota.
“Jadi kesempatannya memang sudah terbuka tapi banyak dari setiap kabupaten atau kota yang belum memenuhi,” jelas Mensos.
Komitmen negara pada kualitas SDM
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR), di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Presiden Prabowo di Banjarbaru meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 Provinsi.
Acara peresmian ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik sarana pendidikan, tetapi juga penegasan komitmen negara pada kualitas sumber daya manusia.

