Menlu Sugiono Spill Alasan RI Join Dewan Perdamaian Dunia: Bukan Pengganti PBB, Tapi Real Action Buat Palestina!
astakom.com, Jakarta - Menlu RI, Sugiono, baru saja memberikan clarification penting soal posisi Indonesia yang resmi menjadi founding member Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace.
Di tengah vibes pertemuan global di Davos, Swiss, Sugiono menegaskan bahwa kemunculan lembaga ini sama sekali tidak berniat menggeser atau menyaingi eksistensi PBB.
“Tentu saja tidak. Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB,” ujar Menlu Sugiono di Davos, Swiss, Jumat, dikutip oleh astakom pada Senin, (26/1/2026).
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk komitmen total dalam mengawal isu kemanusiaan, terutama demi stabilitas di wilayah Gaza yang hingga kini masih menjadi sorotan dunia.Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk meneken piagam pendirian BoP ini disebut sebagai langkah strategic agar suara Indonesia tidak sekadar jadi penonton.
“Ini adalah satu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza,” lanjutnya.
Misi Utama Board of Peace, Bukan Sekadar Omon-Omon Diplomasi
Pembentukan Board of Peace ini merupakan follow-up konkret dari serangkaian pertemuan intens di Mesir yang melibatkan negara-negara kunci.“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono.
Fokus utamanya sangat teknis dan terukur, yakni mengawasi masa transisi dan pemulihan infrastruktur di Gaza secara berkelanjutan.
“Kehadiran semua negara-negara ini di dalam Board of Peace tersebut untuk bisa terus mengawal, kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” ucapnya.
Dengan bergabungnya Indonesia, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil lembaga ini tetap on track dengan prinsip solusi dua negara (two-state solution) dan tidak melenceng dari aspirasi rakyat Palestina.
RI Masuk Circle 20 Negara Founding Members
Indonesia tidak sendirian dalam inisiatif besar ini, melainkan tergabung dalam circle elit 20 negara pendiri. Di dalam daftar tersebut, Indonesia bersinergi dengan negara-negara berpengaruh seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, hingga Pakistan.“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilisasi dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza, khususnya di Palestina,” ujar Sugiono.
Kehadiran delegasi Indonesia di dalam dewan ini berfungsi sebagai "penjaga gerbang" agar diplomasi internasional tetap memberikan impact yang tangible atau nyata, bukan sekadar janji-janji manis di atas kertas.
Mengapa Harus Board of Peace Sekarang?
Pemerintah memandang bahwa mekanisme yang ditawarkan BoP jauh lebih realistis untuk menangani krisis kemanusiaan yang berlarut-larut. Menlu Sugiono menekankan bahwa dunia butuh alat baru yang lebih lincah untuk melakukan tindakan nyata di zona konflik.Bagi Indonesia, berada di dalam BoP adalah cara paling efektif untuk memberikan saran politik serta pengaruh langsung dalam pengambilan keputusan global yang berkaitan dengan masa depan stabilitas di Timur Tengah.
Gen Z Takeaway
Indonesia resmi join circle elit 20 negara pendiri Board of Peace bukan buat nge-gantiin PBB, tapi murni demi real action yang lebih sat-set buat kemerdekaan Palestina. Langkah berani Presiden Prabowo dan Menlu Sugiono di Davos ini jadi bukti kalau RI nggak mau cuma jadi penonton atau sekadar "omon-omon" diplomasi, melainkan pengen terjun langsung memantau rehabilitasi Gaza biar solusinya beneran tangible dan nggak cuma janji manis doang.













