Dua Jurus Prabowo ‘Mengikat’ Investor Dunia: Stabilitas Jadi Pondasi, Nilai Ekonomi Digenjot lewat Industrialisasi dan Investasi!
astakom.com, DAVOS — Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan panggung World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos Jumat (23/1) untuk mengunci dua pesan utama ke pasar global: stabilitas sebagai fondasi, dan kenaikan nilai ekonomi lewat industrialisasi–investasi sebagai agenda eksekusi.
Dalam pidato “special address”-nya, Prabowo menekankan disiplin makro (inflasi sekitar 2% dan defisit dijaga di bawah 3% PDB) sembari menawarkan skema kemitraan baru melalui sovereign wealth fund Danantara sebagai jangkar ko-investasi.
“Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran,” kata Prabowo di hadapan delegasi global, seraya menegaskan Indonesia memilih “persatuan” dan kolaborasi ketimbang konfrontasi.
Prabowo memposisikan Danantara sebagai game changer untuk menaikkan “nilai ekonomi” Indonesia bukan hanya menjaga stabilitas. Ia menyebut Danantara mengelola aset sekitar US$1 triliun dan akan merapikan portofolio BUMN dari 1.044 entitas menjadi “paling banyak sekitar 300” demi efisiensi dan tata kelola berstandar internasional.
Dari sisi praktik, pesan stabilitas itu diperkuat dengan daftar program yang dikaitkan Prabowo sebagai mesin produktivitas mulai dari makan bergizi gratis, kesehatan preventif, digitalisasi sekolah, hingga hilirisasi dan swasembada pangan–energi. Pemerintah juga menilai kehadiran Indonesia di WEF 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global serta memperluas kolaborasi investasi.
Nada optimistis tersebut selaras dengan pandangan Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, yang menilai pasar global kini lebih menghargai eksekusi kebijakan yang terlembaga ketimbang sekadar retorika. Ia membaca strategi Indonesia lewat tiga kunci: platform (Danantara sebagai jangkar ko-investasi), pipeline (fokus sektor masa depan seperti energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, dan ketahanan pangan), serta kredibilitas (disiplin fiskal, mekanisme pendanaan berbasis pasar, dan penguatan institusi).
Sejumlah target yang “digadangkan” untuk menarik mitra juga mulai dipetakan. Reuters melaporkan Danantara menargetkan pengerahan investasi hingga sekitar US$14 miliar pada 2026, setelah dana awal peluncurannya disebut sekitar US$20 miliar angka yang dibaca investor sebagai sinyal kapasitas eksekusi dan ruang co-investment.
Dalam kerangka Asta Cita dan agenda pembangunan jangka menengah, pemerintah menempatkan stabilitas dan kenaikan kualitas pertumbuhan sebagai prasyarat agar investasi berubah menjadi manfaat riil lapangan kerja, produktivitas, dan penguatan daya saing.
GenZTakeAway Prabowo ke Davos bawa 2 senjata: stabilitas biar investor nyaman, investasi–industrialisasi biar ekonomi naik kelas. Shan Saeed bilang pasar suka yang ‘bisa dieksekusi’, bukan sekadar wacana.











