Berkat Adanya Jembatan Gantung, Petani Pangandaran Kini ke Pasar Nggak Perlu Muter lagi!
astakom.com, Jakarta — Petani Desa Harumandala, Pangandaran, Jawa Barat, kini dapat merasakan manfaat dari jembatan gantung yang baru saja didirikan pada akhir Desember 2025. Dahulu, para petani kerap merasakan kesulitan ketika harus bertani di musim hujan.
“Dulu akses untuk ke kebun sangat susah. Bahkan pada musim banjir masyarakat tak bisa ke sawah,” ungkap Nuryadin, petani Desa Harumandala, Kecamatan Cibubur, dikutip redaksi astakom.com, Minggu (25/1/2026).
Keberadaan jembatan gantung yang baru berdiri di desa tersebut juga sangat memudahkan para petani untuk mengangkut hasil panen.
Dengan kemudahan akses tersebut, para petani dapat meningkatkan volume hasil panen dalam sekali pengangkutan.
“Jembatan ini memudahkan masyarakat untuk memproses hasil pertaniannya,” kata Nuryadin.
Jembatan memudahkan petani ke pasar
Sebelum adanya jembatan gantung, para petani harus berjalan berjam-jam untuk bisa ke pasar. Namun semenjak adanya jambatan baru, para petani dapat memotong waktu pengantaran hasil panen ke pasar.
“Dengan jembatan ini, tinggal hitungan menit sudah sampai untuk menuju pasar. Kalau dulu harus muter dan bisa hitungan jam,” ungkap Nuryadin.
Jembatan juga bermanfaat untuk pelajar
Tak hanya dirasakan oleh petani, para pelajar Desa Harumandala juga merasakan manfaat dengan adanya jembatan gantung. Mereka dapat dengan mudah untuk mengunjungi kawannya yang bersekolah di sekolah lain.
“Manfaatnya, kami bisa bersilaturahmi hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda motor ke SMP Darul Hikmah,” kata Ainur Latifah.
Sebelumnya, mereka harus menempuh perjalanan selama dua jam untuk belajar bersama dengan kawan-kawannya. Saat ini, mereka hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan adanya jembatan gantung.
“Jaraknya jauh untuk ditemput, dua jam lebih. Sekarang (sejak ada jembatan), setengah jam juga sudah sampai,” kata Ainur.
Kerja sama TNI AD dan VRI
Jembatan gantung yang baru berdiri, menghubungkan dua desa di Pangandaran dan Tasikmalaya dengan panjang jembatan 36 meter.
Pembangunan jembatan gantung tersebut dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat yang berkolaborasi dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI).
Komitmen tegas Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto, dalam sambutannya di acara Puncak Hari Guru Tahun 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat (28/10/2025), mengatakan bahwa pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil kini menjadi prioritas utama pemerintah, hal tersebut dilakukan guna mendorong akses pendidikan yang baik bagi seluruh pelajar Indonesia.
“Ini koruptor-koruptor. Lihat ini. Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah,” tegas Prabowo merujuk tayangan video.












