Selandia Baru Berduka! Longsor Terjang Perkemahan di Pulau Utara, Christopher Luxon Spill Update 2 Tewas dan 6 Hilang !!
astakom.com, Jakarta – Suasana liburan musim panas di Selandia Baru mendadak berubah jadi horor yang bikin sedih setelah material tanah longsor menyapu habis area perkemahan hits dan pemukiman warga pada Kamis, (22/1/2026).
Insiden maut yang dipicu cuaca ekstrem ini telah dikonfirmasi merenggut 2 nyawa, sementara 6 orang lainnya termasuk beberapa remaja masih dalam status pencarian intensif oleh tim SAR.
Lokasi kejadian yang biasanya jadi spot favorit buat healing kini tertutup material tanah, memaksa petugas bekerja ekstra keras di tengah kondisi lapangan yang masih belum stabil.Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi dan memberikan support emosional kepada para keluarga terdampak yang tengah dilanda ketidakpastian.
“Selandia Baru diliputi duka cita hari ini dan berduka bersama mereka yang kehilangan orang-orang tercinta dalam peristiwa yang benar-benar tragis ini," ujar Luxon, melansir The Guardian pada Jumat, (23/1/2026).
Menurut penjelasan kepolisian setempat, musibah ini bermula dari pergerakan tanah di kawasan Welcome Bay sekitar pukul 04.50 waktu setempat yang menelan sebuah rumah, sebelum akhirnya longsor susulan menghantam Beachside Holiday Park.Evakuasi terus diupayakan meski tantangan di lokasi cukup berat karena risiko pergeseran tanah susulan yang masih menghantui para relawan dan petugas di lokasi Gunung Maunganui.
Kondisi TKP Sangat Chaos: Area Camping Hancur Total
Kawasan wisata Beachside Holiday Park yang harusnya penuh tawa peserta libur sekolah sekarang justru penuh puing-puing bangunan dan kendaraan rekreasi yang hancur tertimbun.Wali Kota Mahe Drysdale menyebutkan bahwa tim penyelamat harus berhadapan dengan medan yang sangat berisiko tinggi karena tanah di kaki Gunung Maunganui masih sangat labil.
"Ini sangat berat bagi keluarga. Ketidakpastian tentang keberadaan orang-orang tercinta mereka menjadi beban emosional yang besar," ujar Drysdale.
Selain menghancurkan fasilitas umum, terjangan material alam ini juga membuat beberapa unit trailer milik wisatawan ringsek, menambah daftar panjang kerugian materil dalam tragedi memilukan di awal tahun 2026 ini.
Duta Besar China Konfirmasi Ada Korban WNA
Kabar duka ini ternyata juga menyita perhatian internasional setelah Duta Besar China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong, memberikan pernyataan resmi melalui platform X. Beliau mengonfirmasi bahwa salah satu korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam musibah longsor ini adalah warga negara China.“Hati kami bersama keluarga yang terdampak di masa sulit ini. Kami menghargai bantuan cepat dari Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian Selandia Baru," tulis Wang melalui platform X.
Pihak Kedutaan mengapresiasi gerak cepat kepolisian setempat dalam menangani proses identifikasi dan evakuasi, sembari terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga negara asing lainnya yang mungkin berada di sekitar lokasi perkemahan saat kejadian.
Status Pencarian Masih Stuck, Korban Hilang Diduga Tertimbun
Hingga berita ini diturunkan, Superintendent Polisi Tim Anderson menyampaikan bahwa jumlah korban yang belum ditemukan berada di angka tunggal, yakni sekitar enam orang.Ada kecemasan mendalam karena dua di antara mereka yang hilang adalah remaja yang sedang menikmati masa liburannya.
Polisi juga tengah melakukan kroscek data tamu perkemahan, karena ada kemungkinan beberapa pengunjung sudah checkout lebih awal tanpa melapor, sehingga verifikasi jumlah orang yang tertimbun material di perkemahan tersebut masih terus divalidasi.
Akses Terputus Total Akibat Cuaca Ekstrem
Bencana ini tidak hanya berdampak pada hilangnya nyawa, tapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas di wilayah timur Pulau Utara. Banyak ruas jalan utama yang terpaksa ditutup total karena tertutup sisa longsoran dan genangan banjir yang belum surut.Pemerintah setempat kini menetapkan status waspada tinggi dan meminta warga yang tinggal di zona merah untuk segera melakukan evakuasi mandiri guna menghindari jatuhnya korban tambahan akibat cuaca yang masih sulit diprediksi.












