Plot Twist! Prancis Ogah Join Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
astakom.com, Jakarta – Isu panas datang dari Pemerintah Prancis yang dikabarkan bakal skip alias menolak undangan buat gabung di Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden AS, Donald Trump.
Kabar yang bocor dari orang dalam Presiden Emmanuel Macron ini menyebutkan bahwa meskipun tujuannya untuk rebuilding Gaza pasca-perang, namun piagam kesepakatannya dianggap terlalu red flag karena perannya nggak cuma fokus di wilayah Palestina aja.
Paris Anggap Aturan Trump Nggak Sinkron sama PBB
Melansir AFP pada Selasa (20/1/2025), Macron membocorkan kalau kerangka kerja dewan tersebut dinilai melenceng jauh dari tujuan awal dan malah berpotensi menabrak aturan main Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).“Piagamnya melampaui kerangka kerja Gaza semata,” kata sumber dekat Presiden Macron kepada AFP.
Kondisi ini bikin Prancis yang berstatus anggota tetap Dewan Keamanan PBB merasa keberatan, lantaran mereka lebih milih menjunjung tinggi kedaulatan negara dan hukum internasional dibanding sekadar ikutan politik kekuasaan yang nggak pasti landasannya.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, khususnya mengenai penghormatan terhadap prinsip dan struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dalam keadaan apa pun tidak dapat dipertanyakan,” tambahnya.
Ambisi Trump yang Dianggap Melampaui Batas
Kekhawatiran utama muncul karena draf yang diajukan tim Donald Trump terlihat ingin mengontrol sektor yang lebih luas di luar krisis Gaza. Pihak kementerian luar negeri mereka sekarang lagi intens melakukan review bareng negara mitra buat membedah kerangka hukum dewan tersebut.Mereka nggak mau gegabah tanda tangan kalau ujung-ujungnya malah ngerusak tatanan multilateralisme yang selama ini sudah dibangun bareng PBB.
“Ini tetap menjadi landasan multilateralisme yang efektif, di mana hukum internasional, kesetaraan kedaulatan negara, dan penyelesaian sengketa secara damai lebih diutamakan daripada kesewenang-wenangan, politik kekuasaan, dan perang,” ucapnya.
Komitmen Prancis Tetap Stabil Buat Palestina
Meski menunjukkan sikap no-go terhadap proyek bentukan Trump, bukan berarti Prancis lepas tangan soal kemanusiaan di wilayah konflik tersebut. Emmanuel Macron lewat orang terdekatnya memastikan kalau negaranya tetap all-in buat mendukung gencatan senjata total di Gaza.Fokus utama mereka adalah menciptakan masa depan politik yang lebih masuk akal dan adil bagi warga Palestina maupun Israel tanpa harus keluar dari jalur diplomasi damai.
Prinsip Multilateralisme Jadi Harga Mati
Kementerian Luar Negeri Prancis secara tegas merilis pernyataan kalau mereka ogah kompromi soal kesetaraan kedaulatan negara. Bagi mereka, PBB tetap jadi ultimate base untuk menyelesaikan segala sengketa agar nggak terjadi kesewenang-wenangan oleh pihak tertentu.Sikap ini diambil guna memastikan kalau setiap aksi bantuan internasional nggak malah jadi alat politik kekuasaan yang memicu perang baru di masa depan.













