Akademisi Full Senyum Dapet Kado Dari Prabowo: Dana Riset Nasional Ditambah Jadi Rp12 Triliun Per Tahun
Astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar gembira dalam taklimat di hadapan rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta. Ia mengatakan bakal nambahin alokasi dana riset nasional menjadi Rp12 triliun per tahun.
Dalam taklimat yang digelar pada Kamis (15/1/2026) di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo mengumumkan penambahan anggaran riset nasional ini concernnya buat memperkuat riset strategis guna mengejar swasembada pangan hingga energi.
Selain itu, dana ini juga difokuskan untuk mendukung industrialisasi dan hiliriasi nasional, termasuk pengembangan waste to energy.
Hasil dari taklimat itu, disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.Ia mengatakan ada pertambahan dana riset perguruan tinggi, tadinya hanya Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dana riset ditambah Rp4 triliun
"Dalam pertemuan ada beberapa hal yang disampaikan Bapak Presiden. Salah satunya dana riset di perguruan tinggi yang nilainya hanya Rp8 triliun," ungkap Prasetyo dikutip pada Jumat (16/1/2026)."Oleh karena itulah Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun," tambahnya.
Dana ini bisa perkuat riset
Penambahan dana ini diharapkan mampu menfasilitasi riset-riset yang dilakukan perguruan tinggi. Termasuk riset universitas yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Hal ini diverifikasi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Ia mengatakan penambahan dana riset adalah bukti nyata ke-peka-an Presiden perhatian.
Presiden perhatian banget sama dunia akademik
Juga, ini nunjukkin kalau Presiden perhatian banget sama dunia akademik pendidikan dan riset."Itu suatu bukti dan gambaran betapa Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi kepada seluruh peneliti dan guru besar untuk memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa," kata Brian, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Risetnya untuk mendukung proyek strategis nasional
Dana riset yang akan diberikan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta atau negeri diharapkan bisa jadi instrumen pendukung pembangunan 18 proyek strategis nasional."Sesuai arahan bahwa kita akan membangun cukup banyak industri di mana Danantara akan menjadi lokomotif-nya, mulai dari industri waste to energy, hilirisasi mineral pangan dan sebagainya, ada 18 proyek strategis," kata Brian.










