Trump Obsessed Ingin Caplok Greenland? Menlu Denmark Said “Gak Masuk Akal dan Red Flag Banget”!!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:43 WIB
Trump Obsessed Ingin Caplok Greenland? Menlu Denmark Said “Gak Masuk Akal dan Red Flag Banget”!!
Trump Obsessed Ingin Caplok Greenland? Menlu Denmark Said Gak Masuk Akal dan Red Flag Banget!! [Pontus Lundahl/astakom]

astakom.com, Jakarta - Ambisi Donald Trump buat menguasai Greenland Ternyata bukan sekedar gimmick. Pasca melakukan pertemuan di Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmusen, blak-blakan bilang kalau usahanya meluluhkan hati pemerintahan AS berakhir buntu.

Meski sudah duduk bareng, Trump tetap kekeuh pengen menaklukkan wilayah otonom tersebut, sebuah langkah yang bikin hubungan diplomatik kedua negara ini makin awkward.

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland,” Ucap Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen.

Melansir AFP, Kamis, (15/1/2026), pertemuan yang berlangsung ini awalnya diharapkan bisa meluruskan drama “salah paham” yang dipicu oleh retorika agresif Trump.

Rasmussen yang didampingi perwakilan dari Greenland, sempat ngobrol serius dengan Wapres JD Vance dan Menlu Marco Rubio. Namun, hasilnya nihil, Rasmussen menegaskan kalau keinginan AS buat ambil alih Greenland itu sama sekali nggak penting dan malah melukai perasaan warga Denmark serta Greenland yang selama ini sudah jadi bestie setia AS di medan perang.

"Dan kami telah menjelaskan dengan sangat, sangat jelas bahwa ini bukan untuk kepentingan kerajaan," tambahnya.

Ambisi pertahanan “golden dome” Trump yang problematic

Secara blak-blakan, Trump lewat akun Truth Social miliknya menyebut kalau Greenland itu “krusial.” Banget buat sistem pertahanan rudal Golden Dome yang lagi dia rancang.

“Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima," tulisnya di jaringan Truth Social miliknya.“Ia juga melanjutkan unggahannya dan mempostingnya di X Ke mana arahmu, orang Greenland?" Tulisnya.

Unggahan tersebut, menampilkan foto dua kereta luncur anjing, yang satu menuju Gedung Putih dan bendera AS, dan yang satunya lagi menuju bendera Tiongkok dan Rusia di atas Kremlin dan Tembok Besar Tiongkok yang disinari kilat.

Trump telah mengejek upaya Denmark baru-baru ini untuk meningkatkan keamanan Greenland sebagai “dua kereta luncur anjing.” Denmark mengatakan telah menginvestasikan hampir $14 miliar untuk keamanan Arktik.

Kedaulatan Greenland Itu Harga Mati, Fix !

Perselisihan mengenai Greenland telah mengguncang hubungan transatlantik secara mendalam. Baik Denmark maupun Greenland bersikeras bahwa hanya warga Greenland yang berhak memutuskan nasib pulau otonom tersebut.

Sementara itu, pihak Denmark tetap pada pendiriannya, kedaulatan wilayah mereka bukan barang dagangan.

“Gagasan yang tidak menghormati integritas teritorial Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland, tentu saja, sama sekali tidak dapat diterima," kata Rasmussen.

"Oleh karena itu, kita masih memiliki perbedaan pendapat mendasar, tetapi kita juga sepakat untuk tidak sepakat," sambung Rasmussen.

Kesepakatan “agree to disagree” dan Tim Khusus
Meski suasananya lagi panas dan penuh perbedaan pendapat yang fundamental, kedua belah pihak akhirnya sepakat buat nggak saling maksa alias agree to disagree.

Sebagai langkah follow-up, mereka bakal ngebentuk komite khusus yang dijadwalkan bertemu dalam beberapa minggu ke depan.

Tujuannya simpel, buat nyari tau apakah masih ada ruang buat obrolan yang lebih masuk akal atau memang hubungan ini bakal terus “dingin”.

Beberapa jam sebelum pembicaraan dimulai, Trump tetap kekeh bahwa NATO harus mendukung AS untuk mengambil alih wilayah Greenland, meskipun sekutu utama semua Eropa udah mendukung Denmark sepenuhnya.

Solidaritas Nuuk di Tengah Pusaran Geopolitik
​Menghadapi tekanan politik luar negeri, masyarakat Greenland di ibu kota Nuuk menunjukkan persatuan mereka dengan mengibarkan bendera nasional di berbagai sudut kota.

Langkah ini diambil sebagai simbol kekuatan identitas lokal di saat Denmark berjanji untuk memperkuat pertahanan militer di pulau strategis tersebut demi mengantisipasi kepentingan global.

Meskipun ada isu keterlibatan pihak asing, otoritas setempat menegaskan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada aktivitas armada Tiongkok yang mencurigakan di wilayah mereka.

​ “Kita berdiri bersama di masa-masa ketika kita mungkin merasa rentan," tulis pemerintah kota Nuuk di Facebook.

Gen Z Takeaway 
Sumpah, ambisi Trump buat "caplok" Greenland lewat sistem pertahanan Golden Dome bener-bener bikin hubungan sama Denmark jadi awkward parah dan red flag banget. Meskipun sudah diajak duduk bareng sama Menlu Denmark dan perwakilan Greenland, pihak AS tetep kekeh pengen menguasai wilayah strategis itu, padahal kedaulatan warga lokal itu harga mati dan nggak bisa dinego pakai investasi militer sekalipun. Ujung-ujungnya mereka cuma bisa agree to disagree sambil ngebentuk tim khusus, sementara warga di Nuuk makin solid pasang bendera sebagai simbol kalau mereka nggak bakal goyah meski ditekan kekuatan besar.

Denmark Diplomasi geopolitik greenland trump

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB