Transformasi Vibe Siswa Sekolah Rakyat Kupang, Dari Sering War Jadi Lebih Chill dan Berkarakter

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:37 WIB
Transformasi Vibe Siswa Sekolah Rakyat Kupang, Dari Sering War Jadi Lebih Chill dan Berkarakter
Transformasi Vibe Siswa Sekolah Rakyat Kupang, Dari Sering War Jadi Lebih Chill dan Berkarakter (astakom / ilustrasi)

astakom.com, Kupang – sebuah perubahan circle positif yang sedang terjadi di sekolah rakyat Menengah Pertama SRMP 19 Kupang. setelah menjalani rutinitas asrama selama hampir satu semester, para pelajar yang berasal dari latar belakang ekonomi sulit miskin ekstrem kini menunjukkan progress perilaku yang signifikan.

Ruang edukasi ini nyatanya tak sekedar tempat mengejar nilai akademik, melainkan menjadi wadah healing sosial dan emosional bagi anak anak yang sebelumnya kerap terjebak dalam pola perilaku agresif akibat tekanan lingkungan asal mereka.

Wali Asuh SRMP 19 Kupamg, Miguel Antonio Gusmao, membeberkan bahwa mayoritas anak didiknya berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (desil 1 dan 2).

Saat ditemui di Kompleks Setra Efata,Kupang, pria yang akrab disapa Mighy ini menjelaskan bagaimana awalnya para siswa memiliki kontrol emosi yang cukup rendah, sering berteriak tanpa kendali hingga terlibat konflik fisik.

“Sejak awal mereka masuk memiliki karakter yang sulit untuk dibentuk. Mereka sering emosional, suka berkelahi, suka mencaci maki temannya, suka ribut dengan suara-suara keras, teriak dengan suara keras tanpa terkontrol,” Ucap Mighy, sapaan akrab Miguel.

Namun, lewat pendekatan yang lebih heart to heart dan sistem asrama yang tertata, karakternmereka perlahan bertransformasi menjadi lebih sopan dan mampu berkomunikasi dengan sehat tanpa perlu mengandalkan otot.

Upgrade mentalitas lewat pendekatan parenting yang care

Mighy menekankan bahwa kunci utama dari perubahan behavior siswa ini adalah kasih sayang yang tulus dari para pengasuh. Di SRMP 19, Para wali asuh tidak memposisikan diri sebagai penjaga asrama yang kaku, melainkan sebagai sosok orang tua pengganti bagi anak-anak yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian utuh.

“Kita melayani mereka dengan penuh kasih sayang, harus merasa bahwa mereka memang benar-benar anak kita. Bukan anak yang kita asuh dari orang lain, tapi memang bagian dari anak kita sendiri,” ujarnya.

Dengan memberikan rasa aman dan perhatian ekstra, isu-isu seperti bullying yang sempat marak di awal masuk kini mulai terminimalisir secara drastis.

Life goals, putus rantai kemiskinan lewat jalur edukasi

Keteraturan hidup menjadi menu harian baru baginpara siswa, mulai dari pola makan bergizi yang terjadwal hingga lingkungan tinggal yang higienis.

Selain itu, pihak sekolah rutin melakukan update perkembangan siswa kepada orang tua setiap akhir bulan demi memastikan sinergi tetap terjaga.

“Anak-anak terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada. Pada akhirnya mereka mulai berubah dan tidak takut lagi, walaupun memang masih ada satu dua yang mentalnya belum pede,” tambah Mighy.

Strategi ini diharapkan menjadi game changer bagi keluarga tidak mampu agar anak anak mereka memiliki masa depan yang lebih cerah dan keluar dari jerat kemiskinan yang sistemik.

“Bagi orang-orang yang tidak mampu, jalurnya hanya satu menurut saya, lewat jalur pendidikan,” ujarnya.

Apresiasi untuk Program Pemerintah yang Impactful
​Sebagai bentuk rasa syukur, Mighy mewakili pihak sekolah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas inisiasi program Sekolah Rakyat ini. Menurutnya, langkah ini sangat on point dalam menyasar kelompok masyarakat paling rentan yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.

“Sebagai wali asuh dan sebagai warga negara Indonesia, saya sangat berterima kasih kepada Pak Presiden, Pak Prabowo, karena punya niat baik dan hati yang tulus untuk membangun Sekolah Rakyat. Harapan kami dengan pendidikan ini, mata rantai kemiskinan itu bisa putus,” pungkasnya.

Program ini dianggap sebagai investasi jangka panjang yang nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayah NTT melalui pemberdayaan generasi muda.

​Latar Belakang (Background)
​Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berasrama secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini muncul sebagai respons atas tingginya angka putus sekolah dan rendahnya kualitas hidup anak-anak di daerah tertinggal, di mana mereka sering kali tumbuh dalam lingkungan yang tidak mendukung perkembangan karakter secara positif.

​SRMP 19 Kupang sendiri mulai beroperasi sebagai bagian dari pilot project pendidikan terintegrasi. Sebelum adanya intervensi ini, banyak siswa di wilayah tersebut menghadapi kendala pola asuh dan keterbatasan gizi yang berdampak pada stabilitas emosional mereka. Melalui skema asrama, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang stabil guna mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelegensi, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat.

Gen Z Takeaway
Gak cuma soal nilai rapor, Sekolah Rakyat Kupang bener-bener jadi turning point buat anak-anak dari keluarga kurang mampu buat upgrade karakter dari yang tadinya hobi war jadi lebih chill dan well-behaved. Lewat sistem asrama yang vibes-nya kekeluargaan banget dan pola asuh yang penuh kasih sayang, sekolah ini sukses jadi game changer buat mutus rantai kemiskinan sekaligus jadi wadah healing sosial yang paling impactful di NTT.

pendidikan gratis ntt Prabowo Subianto putus rantai kemiskinan sekolah rakyat kupang transformasi karakter siswa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB