Teheran Chaos! Staf Kedubes Prancis Cabut Massal Imbas Demo Besar di Iran

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:12 WIB
Teheran Chaos! Staf Kedubes Prancis Cabut Massal Imbas Demo Besar di Iran
Teheran Chaos! Staf Kedubes Prancis Cabut Massal Imbas Demo Besar di Iran (kolase youtube)

astakom.com, Teheran - situasi di Iran makin unpredictable saat unjuk rasa antipemerintah, di mana sejumlah Kedutaan Besar Prancis memutuskan untuk segera angkat kaki dari negara tersebut.

Keputusan para staf non esensial ini diambil menyusul eskalasi unjuk rasa anti pemerintah yang kian memanas dan berujung kerusuhan di berbagai titik strategis.

Sejak awal pekan tepatnya pada minggu (11/1/ 2026) dan Senin (12/1/2026) para petugas diplomatik tersebut terpantau sudah meninggalkan ibukota Teheran demi alasan keamanan.

Langkah evakuasi ini terkonfirmasi melalui laporan media lokal di Prancis yang mengutip sumber-sumber valid sebagaimana diberitakan oleh AFP dan Anadolu Agency pada Selasa (13/1/2026).

Meskipun rincian total personil yang “cabut” dari Teheran nggak di spill secara gamblang kebijakan ini diambil sebagai respon atas kondisi lapangan yang udah nggak kondusif.

Biasanya kantor perwakilan negara asing di wilayah tersebut diperkuat oleh sekitar 30 ekspatriat dan belasan pekerja lokal yang membantu operasional harian.

Trigger awal gejolak ekonkmi di grand bazaar

Ketegangan yang terjadi saat ini sebenernya berawal dari keresahabn para pedagang di kawasan Grand Bazaar Teheran yang merasa kondisi finansial negara sudah low vibes banget. Depresiasi atau anjloknya milai tukar mata uang Rial terhadap dolar menjadi pemicu utama para pemilik toko turun ke jalan sejak 28 Dessember lalu.

Aksi yang semula hanya soal isu dompet atau ekonomi ini, dengan cepat berubah menjadi gerakan masif yang menantang sistem pemerintahan teokrasi yang sudah berdiri kokoh sejak puluhan tahun silam.

Eskalasi protes yang makin intens dan meluas

Gelombang demonstrasi ini tidak lagi terbatas di ibu kota, melainkan sudah menyebar ke berbagai kota besar lainnya di Iran dengan tensj yang makin hardcore.

Bentrokan fisik dan rentetan tindak kekerasan mewarnai jalannya aksi, menciotakan suasana yang mencekam di ruang publik. Hingga berita ini dirilis, otoritas setempat masih menutup rapat informasi mengenai jumlah korban jiwa sehingga data resmi mengenaj damlak kerusuhan tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi publik internasional.

Tudingan intervensi asing dari pihak pemerintah
Di sisi lain, pemerintah Iran memberikan respons tegas dengan menuduh adanya pihak luar yang mencoba clount chasing di tengah kerusuhan ini.

Presiden Masaoud Pezeshkian secara terbuka menunjuk Amerika Serikat dan Israel sebagai aktor di balik layar yang sengaja memprovokasi massa demi menciptakan instabilitas nasional.

Pihak Teheran meyakini bahwa murni keresahan warga telah ditunggangi oleh kepentingan kekuatan global untuk meruntuhkan kedaulatan negara melalui skema kerusuhan sipil.

Vibe politik Iran yang terus memanas
Jika ditarik garis ke belakang, protes ini merupakan ujian berat bagi rezim yang berkuasa sejak revolusi tahun 1979.

Ketidakpuasan masyarakat terhadap manajemen ekonomi sebenernya udah menumpuk sejak lama, namun momentum kejatuhan Rial kali ini menjadi titik didih yang sulit diredam oleh aparat keamanan.

Sejarah mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya Iran menghadapi tekanan dari rakyatnya sendiri, namun keterlibatan sektor pedagang pasar seringkali ,menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas politik di sana.

Gen Z Takeaway
Waduh, Teheran lagi chaos parah nih! Berawal dari isu ekonomi gara-gara nilai mata uang Rial yang terjun bebas alias low vibes banget, aksi protes pedagang di Grand Bazaar malah merembet jadi demo antipemerintah yang hardcore di berbagai kota. Situasi yang makin unpredictable dan nggak kondusif ini bikin staf Kedubes Prancis milih buat gercep evakuasi alias cabut massal demi keamanan. Sementara itu, pemerintah Iran malah plotting kalau kerusuhan ini hasil adu domba pihak asing kayak AS dan Israel, padahal aslinya masyarakat udah di titik didih gara-gara krisis finansial yang nggak kunjung kelar.

Berita Internasional krisis ekonomi politik iran teheran chaos update dunia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB