Lewat Kilang Minyak Balikpapan Indonesia Tak Cuma Stop Impor, Tapi Akan Surplus Solar Tahun Ini

Editor: Shintya
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:21 WIB
Lewat Kilang Minyak Balikpapan Indonesia Tak Cuma Stop Impor, Tapi Akan Surplus Solar Tahun Ini
Lewat Kilang Minyak Balikpapan Indonesia Tak Cuma Setop Impor, Tapi Akan Surplus Solar Tahun Ini. [Tim Media Presiden]

Astakom.com, Balikpapan - Peresmian Kilang Minyak Balikpapan yang digelar kemarin (12/1/2026), memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia, terutama bagi sektor energi. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Lewat kilang minyak Pertamina RDMP (Refinery Development Master Plan) Bahlil mengatakan bahwa Indonesia akan stop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di tahun ini.

Bahkan bukan hanya bisa stop impor, tapi berpotensi surplus solar  sampai 1,4 juta kiloliter (kl).

Perhitungan itu ia dapatkan berdasarkan kebutuhan konsumsi solar tahun lalu. Pada 2025, konsumsi solar dalam negeri mencapai sekitar 38 juta kl, di mana 5 juta kl diperoleh dari impor.

“Impor (solar) kita tinggal 5 juta kl, jadi sudah tertutupi. Bahkan, surplus 1,4 juta kl,” ujar Bahlil di Balikpapan, Senin (12/1).

Alasan Indonesia bisa surplus

Bahlik megatakan ada dua alasan, kenapa Indonesia bisa surplus solar. Pertama, tahun ini  pemerintah bakal menerapkan kebijakan biodiesel B50. Kebijakan biodiesel jenis ini adalah lanjutan dari kebijakan biodiesel B40 tahun lalu.

Biodiesel B50 sendiri merupakan bahan bakar nabati (BBN) dengan komposisi 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar. Jika komposisi minyak sawit semakin besar, maka kebutuhan solar bisa semakin ditekan.

Kilang minyak perkuat produksi domestik

Kedua, modernisasi Kilang Balikpapan yang diresmikan kemarin, ini turut memperkuat kapasitas produksi domestik. Kilang tersebut ditargetkan mampu memproduksi 1,8 juta kl solar per tahun dan menekan impor hingga Rp14,9 triliun.

“Alhamdulilah atas perintah Bapak Presiden, mulai sekarang yang kita bicarakan ini tidak ada lagi impor solar ke depan,” kata Bahlil.

Surplus cuma berlaku buat solar
Bahlil mengatakan surplus tersebut hanya berlaku untuk solar dengan spesifikasi standar cetane number (CN) 48.

Jadi Indonesia masih akan mengimpor solar dengan spesifikasi CN 51 yang umumnya digunakan sektor industri, meskipun volumenya relatif kecil.

“Sementara (solar) C51, impor kita itu hanya 600 ribu kl. Nanti di semester kedua, saya minta Pertamina untuk membangun agar tidak kita impor,” tutupnya.

Gen Z Takeaway
Big picture-nya, RDMP Balikpapan ini bukan sekadar seremoni, tapi real game changer buat energi nasional. Dengan kombinasi kilang modern + kebijakan B50, Indonesia finally bisa reduce dependency impor solar, bahkan nyentuh potensi surplus 1,4 juta KL. Ini bukti kalau energi sawit + industrial upgrade itu actually works, bukan cuma jargon. Meski solar industri CN 51 masih impor tipis, arahnya jelas: energy security lagi dikejar serius. Singkatnya, ini langkah konkret biar Indonesia makin self-reliant, less drama impor, dan more control atas energi sendiri.
 

Bahlil Lahadalia Impor BBM Impor Solar Kilang Minyak Balikpapan Peresmian Kilang Minyak Peresmian RDMP Balikpapan Solar

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB