Dulu Tanpa Harapan, Kini Para Siswa Sekolah Rakyat Mampu Torehkan Prestasi Gemilang!
astakom.com, Jakarta — Program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil nyata. Siswa dari keluarga miskin dan ekstrem yang sebelumnya terbatas akses pendidikannya kini berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, mulai dari olahraga dan seni hingga akademik.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
“Sekolah Rakyat dirancang sebagai ekosistem pendidikan yang mendukung anak-anak rentan untuk berkembang dan menemukan potensi mereka,” ujar Saifullah yang akrab disapa Gus Ipul, Senin (12/1/2026).
Dalam beberapa bulan berjalan, prestasi siswa Sekolah Rakyat terlihat di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, termasuk juara di cabang olahraga seperti pencak silat, karate, taekwondo, gulat, dan atletik.
Sejumlah prestasi yang ditorehkan
Di Jawa Barat dan Bengkulu, misalnya, siswa Sekolah Rakyat menorehkan prestasi pada kejuaraan silat dan karate tingkat daerah.
Di Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan, siswa Sekolah Rakyat mencatatkan kemenangan dalam ajang taekwondo, lomba lari, hingga kompetisi poster nasional.
Capaian serupa juga terlihat di bidang seni dan akademik. Sejumlah siswa berhasil meraih penghargaan dalam lomba hadrah dan seni Qur’ani, sementara yang lain menembus festival cerpen nasional serta lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional.
Di Lombok Barat, seorang siswa Sekolah Rakyat bahkan masuk sepuluh besar Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris tingkat nasional tahun 2025.
Dari rasa aman menjadi prestasi
Gus Ipul menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar soal kemenangan dalam lomba, melainkan cerminan dari perubahan mendasar yang dialami siswa Sekolah Rakyat.
“Ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, sejak awal siswa Sekolah Rakyat dipetakan potensinya melalui pendekatan berbasis talenta.
“Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang sangat beragam. Ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” katanya.











