Prabowo Janjikan Bonus Asian Games 2026 Lebih dari Rp1 Miliar, Atlet Diminta Siap Tancap Gas
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal kuat bahwa bonus untuk atlet Indonesia di Asian Games 2026 bakal dinaikkan, bahkan melampaui Rp1 miliar untuk medali emas. Janji ini jadi angin segar di tengah persiapan atlet menuju level kompetisi Asia yang jauh lebih ketat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Prabowo saat acara penyerahan bonus atlet SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Momen itu sekaligus jadi panggung pemerintah menegaskan komitmen serius terhadap prestasi olahraga nasional.
Disampaikan langsung di Istana Negara
Dalam sambutannya di hadapan atlet dan pelatih, Prabowo menyebut bahwa standar bonus olahraga Indonesia sudah naik signifikan. Jika emas SEA Games kini dihargai Rp1 miliar, maka Asian Games—dengan level persaingan yang lebih berat—tidak mungkin disamakan.
“Kalau SEA Games saja Rp1 miliar, masa Asian Games sama? Ya pasti naik, tapi nanti saya cek dulu dengan Menteri Keuangan,” ujar Prabowo di Istana Negara.
Pernyataan ini menegaskan bahwa rencana kenaikan bonus bukan sekadar isu, melainkan disampaikan langsung oleh kepala negara dalam forum resmi kenegaraan.
Asian Games dinilai punya beban lebih berat
Menurut Prabowo, Asian Games adalah ajang dengan tekanan dan kualitas kompetisi yang jauh di atas SEA Games. Karena itu, atlet yang mampu berdiri di podium Asia dianggap layak mendapat apresiasi lebih besar dari negara.
Meski belum menyebut angka final, Presiden memastikan bonus Asian Games 2026 akan berada di atas Rp1 miliar, dengan mekanisme dan besaran yang saat ini masih dikonsolidasikan bersama Kementerian Keuangan.
Dorong mental juara dan masa depan atlet
Selain soal nominal, Prabowo juga menekankan bahwa bonus bukan hanya hadiah sesaat, tapi bentuk pengakuan negara atas dedikasi jangka panjang atlet. Ia berharap penghargaan tersebut bisa membantu atlet membangun masa depan setelah karier kompetitif berakhir.
Asian Games 2026 sendiri akan digelar di Nagoya, Jepang, pada September–Oktober 2026, dan menjadi target besar Indonesia untuk memperbaiki posisi di tingkat Asia.











