Fokus Rehabilitasi Sumatera, Kemenhut Manfaatkan Kayu Gelondongan yang Hanyut Pascabencana
astakom.com, Jakarta — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pemanfaatan batang kayu yang terseret banjir Sumatera untuk dioptimalkan untuk warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara tertib dan terkontrol untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
"Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak kami manfaatkan untuk kebutuhan darurat warga," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan dalam pernyataannya kepada media, dikutip Jumat (9/1/2026).
454 batang kayu bisa dimanfaatkan
Dia menjelaskan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, kayu hanyutan yang telah diukur dan dinyatakan layak dimanfaatkan di wilayah tersebut mencapai 454 batang dengan volume 730,95 meter kubik.
Pemilahan dan pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan dengan dukungan 35 alat berat oleh Kemenhut, TNI, dan Kementerian PU.
Seluruh alat berat tersebut difokuskan untuk pembersihan dan pemilahan kayu hanyutan di halaman rumah warga, sekaligus mulai memilah kayu yang berada di dalam aliran air agar dapat dimanfaatkan.
Menggunakan riset dan kajian UGM
Pemanfaatan kayu hanyutan tersebut diarahkan, antara lain untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) yang dikembangkan berdasarkan hasil kajian dan riset Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dia menyebut hingga saat ini, pemanfaatan kayu oleh masyarakat dan lembaga kemanusiaan tercatat mencapai 28,86 meter kubik, dengan progres dua huntara dalam pembangunan dan satu unit telah selesai dibangun.
Kayu dimanfaatkan untuk kebutuhan pengungsi
Di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pemanfaatan kayu hanyutan juga dilakukan secara masif dengan dukungan 20 alat berat dan 10 dump truck.
Kayu yang telah dipilah dan diolah dimanfaatkan untuk kebutuhan pengungsian dan penanganan darurat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menegaskan bahwa seluruh pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara terkontrol dan sesuai ketentuan.
"Sebanyak 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik dimanfaatkan sebagai alas lantai 267 unit tenda darurat. Penatausahaan dan pengawasan terus kami lakukan agar pemanfaatannya tepat sasaran," kata dia.











