Jalankan Perintah Presiden Prabowo: Satgas TNI AD-PUPR dan BNPB Torehkan Progres Rehabilitasi Infrastruktur Sumatera Pascabanjir
astakom.com, Jakarta — Satgas gabungan TNI AD bersama Kementerian PUPR dan BNPB mencatat progres signifikan dalam rehabilitasi infrastruktur pascabanjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, upaya pemulihan difokuskan pada pemulihan konektivitas antardaerah, akses layanan publik, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Kamis (8/1/2026), sudah banyak jembatanyang 100 persen telah siap digunakan. Sementara ada sejumlah jembatan lagi yang sudah terdata akan dipercepat pembangunannya.
Jembatan yang sudah selesai
Dilaporkan sebanyak 7 jembatan bailey telah selesai 100 persen dan siap difungsikan, tersebar di Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Utara.
Jembatan-jembatan tersebut menjadi urat nadi penghubung jalur strategis seperti Bireuen–Bener Meriah–Takengon, Bireuen–Lhokseumawe–Aceh Utara, hingga akses desa-desa terdampak banjir.
Total panjang bentang yang diselesaikan mencapai puluhan meter dengan dukungan material dari PUPR, Zidam, serta satuan zeni TNI AD.
Jembatan yang dipercepat pengerjaannya
Selain itu, 10 jembatan lainnya tengah dalam proses pengerjaan dengan progres bervariasi, mulai dari di atas 90 persen hingga tahap awal mobilisasi.
Beberapa proyek ditargetkan rampung Januari 2026 guna memastikan arus logistik, ekonomi, dan mobilitas warga kembali normal. Pekerjaan mencakup perakitan bailey, pembuatan bronjong, oprit, hingga penyiapan jalan alternatif.
Tak hanya jembatan bailey, Satgas juga menuntaskan pembangunan jembatan Aramco di Aceh Timur dan Bener Meriah dengan progres mayoritas 100 persen, mempercepat pemulihan akses desa ke jalan lintas utama Medan–Banda Aceh.
Dalam operasi ini, 212 personel Satgas BKO Kodam Iskandar Muda dan 747 personel Satgas BKO BNPB dikerahkan dari berbagai satuan zeni.
Mereka juga melakukan pembersihan dan perbaikan jalan, fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, serta ruang publik di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie, dan Bireuen, dengan progres pekerjaan lapangan yang terus meningkat.
Pemulihan akses air bersih warga
Dukungan air bersih turut diperkuat melalui pengoperasian kendaraan Water Treatment (RO) di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie, dan Bener Meriah.
Produksi ribuan liter air bersih per hari membantu kebutuhan warga dan dapur lapangan. Sementara itu, puluhan alat berat zeni dikerahkan untuk pembersihan puing, normalisasi sungai, mobilisasi material jembatan, hingga pembukaan akses darurat.
Sinergi TNI AD, PUPR, dan BNPB ini menegaskan komitmen negara hadir di masa pemulihan bencana. Dengan progres yang terus dikebut, pemerintah menargetkan konektivitas wilayah dan layanan dasar masyarakat Sumatera segera pulih secara berkelanjutan.












