Spill Tipis Tipis, Rusia Pernah Ajak AS Barter Nasib Venezuela, Demi Ukraina, Plot Twist Banget!
Astakom.com, Washington – Sebuah rahasia lama akhirnya bocor ke publik mengenai tawaran “tukar guling” yang sempat diajukan pihak moskow kepada Amerika Serikat sekitar tujuh tahun silam.
Berdasarkan laporan The New York Times, Rusia ternyata pernah memberikan kode keras agar Washington membiarkan mereka "mengurus”" Ukraina, sementara sebagai gantinya, AS diberi lampu hijau untuk bertindak bebas terhadap urusan domestik Venezuela tanpa intervensi Rusia.
Fiona Hill, yang kala itu menjabat sebagai pakar urusan Rusia dan Eropa di Dewan Keamanan Nasional era Trump, membeberkan manuver absurd ini dalam sebuah kesaksian di depan Kongres AS pada Oktober 2019.Fiona Hill menceritakan bahwa sinyal tersebut awalnya muncul secara informal ewat opini di media dan komentar para ahli, di mana intinya Rusia ingin adanya pembagian “wilayah kekuasaan” yang jelas.
Rusia memberi sinyal yang sangat kuat bahwa mereka ingin membuat pengaturan pertukaran yang sangat aneh antara Venezuela dan Ukraina," kata Hill dalam sidang Kongres saat itu.Jika AS ingin Rusia angkat kaki dari halaman belakang mereka, maka AS pun harus mundur dari wilayah pengaruh Rusia di Ukraina.
Sinyal barter yang bikin geleng kepala
Gagasan ini muncul saat tensi antara Caracas dan Washington lagi tinggi tingginya, sampai sampai Moskow sempet ngirim 100 personel militer buat mem-back up rezim Nicolas Maduro.Namun, Hill secara tegas terbang langsung ke Moskow untuk menepis ide tersebut karena dianggap tidak masuk akal dalam diplomasi modern.
Meskipun secara resmi Rusia mengutuk keras campur tangan AS di Venezuela sebagai pelangaran hukum internasional, fokus utama mereka saat ini tetaplah all out di Ukraina.
Adu mekanik kekuatan tanpa hukum internasional
Beberapa petinggi di Kremlin, termasuk sekutu dekat Putin, Dmitri Medvedev, justru terlihat “santai” dan sedikit menyindir situasi saat ini.Mereka menilai Washington kini mulai menggunakan prinsip “siapa yang kuat dia yang menang” sebuah gaya lama era imperialis yang menurut mereka bikin AS nggak punya hak lagi buat menceramahi negara lain soal keadilan internasional.
Bagi Rusia, yang penting sekarang adalah menjaga keseimbangan agar urusan Ukraina tetep aman tanpa harus bikin hubungan makin runyam.
Plot twist rezim Maduro yang akhirnya bikin tumbang
Latar belakang dari gejolak ini mencapai puncaknya ketika Presiden Nicolas Maduro resmi digulingkan pada Sabtu pekan lalu oleh kekuatan yang didukung AS.Kejadian ini menjadi pukulan telak kedua bagi sekutu Rusia di level gobal, mengingat setahun yang lalu, Bashar al Assad dari Suriah juga mengalami nasib serupa yakni kehilangan kekuasaannya.
Sejarah mencatat bahwa sejak 2017, Rusia memang sangat vokal melindungi Venezuela sebagai aset strategis di belahan bumi barat.
Namun, seiring meningkatnya intensitas perang di Ukraina, prioritas Moskow mulai bergeser yang akhirnya membuka ruang bagi dinamika politik baru di Caracas hingga berujung pada pergantian resim yang dramatis tersebut.













