Ini Dia! Respon Petinggi di Berbagai Negara, Terhadap AS yang Nge Bom Venezuela dan Tangkap Maduro

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:46 WIB
Ini Dia! Respon Petinggi di Berbagai Negara, Terhadap AS yang Nge Bom Venezuela dan Tangkap Maduro
Ini Dia! Respon Petinggi di Berbagai Negara, Terhadap AS yang Nge Bom Venezuela dan Tangkap Maduro (astakom/ilustrasi pexels)

Astakom.com, Jakarta – Situasi di Amerika mendadak chaos setelah Presiden AS Donald Trump, mengumumkan bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan udara besar besaran yang bikin Venezuela luluh lantak dalam hitungan jam.

Lewat unggahan di Truth Social pada Sabtu 03/01/2026, Trump mengklaim operasi tersebut sukses besar karena berhasil meringkus Nicolas Maduro beserta istrinya dan langsung menerbangkan mereka keluar dari wilayah kedaulatan Veneuzela.

Ledakan dahsyat dilaporkan mengguncang ibu kota Caracas sejak Sabtu pagi, di mana kumpulan asap tebal dan helikopter yang terbang rendah memicu kepanikan warga yang merasa anxious dengan agresi tiba tiba ini.

Kabar mengenai penangkapan Nicolas Maduro dan gempuran militer ini langsung memicu reaksi berantai dari berbagai pemimpin negara di seluruh penjuru dunia.

Mengutip laporan dari Aljazeera pada Senin, 05/01/2026 respons yang muncul mulai beragam, mulai dari kecaman keras hingga seruan untuk tetap tenang agar situasi tidak semakin red flag.

Kolombia dan Kuba secara terang terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka atas langkah Washington yang dianggap merusak kedaulatan Amerika, sementara Uni Eropa dan Rusia lebih fokus menyoroti pentingnya dialog diplomasi serta keselamatan warga sipil di tengah ketidakpastian politik yang sedang tense ini.

Reaksi keras tetanga Kolombia dan Kuba sebut AS terorisme negara

Presiden Kolombia, Gustavo Petro langsung speak up lewat platform X dengan memperingatkan dunia bahwa agresi terhadap kedaulatan Venezuela adalah tindakan yang salah. Petro bahkan langsung mengerahkan pasukan militer ke perbatasan sebagai bentuk kewaspadaan.

Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka telah menyerang Venezuela," tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam serangkaian pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.

"Republik Kolombia menegaskan kembali keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan serta martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata," kata Petro, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (6/1/2026).

Presiden Kuba Miguel Diaz Canel melontarkan kritik yang lebih deep dengan menyebut aksi AS sebagai “terorisme negara” yang brutal.

Havana menuntut komunitas internasional segera bertindak untuk menghentikan serangan kriminal ini demi menjaga martabat wilayah Amerika dari intervensi bersenjata.

Rusia dan Uni Eropa pantau ketat biar gak makin escalating

Dari sisi Moskow, Kementrian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk agresi bersenjata tersebut sebagai pelanggaran hak bangsa Venezuela untuk menentukan nasib sendiri. Rusia mendesak semua pihak untuk cooling down dan mencari jalan keluar lewat dialog guna mencegah eskalasi yang lebih parah.

“Dalam situasi saat ini, penting... untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog," Ucap Kemlu Rusia.

"Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinannya dalam membela kepentingan dan kedaulatan nasional negara," tambahnya.

Sementara itu, Kaja Kallas dari Uni Eropa menegaskan bahwa meskipun mereka tidak mengakui legitimasi Maduro, hukum internasional tetap harus dijunjung tinggi.

Uni Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa Bapak Maduro tidak memiliki legitimasi dan telah membela transisi damai. Dalam keadaan apa pun, prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati. Kami menyerukan pengekangan. Keselamatan warga negara Uni Eropa di negara tersebut adalah prioritas utama kami."

Fokus utama Uni Eropa saat ini adalah menjamin keselamatan warga mereka yang berada di tengah zona konflik tersebut.

Uni Eropa memantau dengan cermat situasi di Venezuela," kata Kallas dalam sebuah pernyataan di X.

Italia dan Spanyol siaga pantau keselamatan warga di zona konflik
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengaku sedang memantau situasi secara real time karena ada sekitar 160.000 warga Italia yang tinggal di sana.

Meloni terus berkoordinasi dengan Menlu Antonio Tajani untuk memastikan data warga mereka aman dari dampak pemboman.

Di sisi lain, Spanyol lewat Kementrian Luar Negerinya menyerukan moderasi dan menawarkan diriduro menjadi negosiator atau penengah. Madrid berharap ada solusi damai yang bisa diambil daripada terus terusan menggunakan kekuatan militer yang merusak tatanan hukum internasional.

Gen Z Takeaway
POV: Lo lagi scrolling medsos dan tiba-tiba dapet kabar kalau Donald Trump baru aja nge-gempur Venezuela dan berhasil nyiduk Maduro. Sumpah ini major event yang bikin pemimpin dunia lainnya langsung war di medsos. Ada yang bilang AS itu 'terorisme negara', ada yang panik mikirin keselamatan warga mereka di sana, tapi ada juga yang milih buat stay neutral sambil nawarin bantuan mediasi. Intinya, dunia lagi nggak baik-baik aja gara-gara drama geopolitik yang makin unhinged ini.

Konflik AS & Venezuela Penangkapan Maduro Respon Berbagai Negara Venezuela VS AS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB