Soliiid! Ribuan Warga Venezuela Gelar Aksi Demo Bela Maduro dan Tuntut AS Bebaskan Sang Presiden!
Astakom.com, Venezeula– Suasana di ibu kota Venezuela mendadak heavy dan penuh emosi saat kurang lebih 2.000 massa loyalis Nicolas Maduro tumpah ruah ke jalanan pada Minggu ini dikutip astakom.com 05/01/2026.
Sambil mengibarkan bendera triwarna kebangaan mereka, para pengunjuk rasa ini menuntut agar pemimpin mereka beserta sang istri segera dilepaska dari penahanan pihak Amerika Serikat yang kini memboyongnya ke New York.
Massa yang berkumoul di Caracas tersebut membawa berbagai poster dengan pesan yang bener bener deep, mulai dari tuntutan kebebasan hingga penegasan bahwa negara mereka bukanlah wilayah jajahan pihak manapun.Aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari barisan pengendara motor serta kelompok paramiliter ini menjadi bukti bahwa pengaruh Maduro masih cukup strong di tengah guncangan politik yang sedang chaos pasca operasi militer Washington.
“Bebaskan presiden kami” Bunyi tuntutan yang tertulis di poster.
“Venezuela bukan koloni siapa pun,” Tulis poster yang merujuk pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Demonstran suarakan penghianatan orang dalam
Sebagaimana dilansir oleh TRT World pada Senin, 05/01/2026, unjuk rasa ini juga diwarnai oleh teori dari para loyalis yang merasa ada “orang dalam” yang berkhianat sehingga pasukan khusus Amerika bisa dengan gampang menembus sistem pertahanan dan melakukan penangkapan.“Nicolas Maduro dijatuhkan oleh para pengkhianat, karena dengan tingkat pengamanan yang ia miliki, ini seharusnya tidak pernah terjadi,” Ucap Papa Juancho.
Sementara itu, di tengah situasi yang makin tense, Maduro sendiri dijadwalkan bakal menjalani sidang perdana di pengadilan New York untuk menghadapi tuduhan berat terkait kasus narkotisme.
Isu Pengkhianatan Lingkaran Dalam Bikin Suasana Makin Gak Stabil
Para pendukung setia yang hadir dalam aksi tersebut mulai mempertanyakan kenapa sistem pertahanan udara negara mereka bisa sampe eror saat operasi penangkapan terjadi.“Bagaimana mungkin… pertahanan udara tidak berfungsi?” ujar seorang akuntan berusia 69 tahun.
Muncul spekulasi kuat di kalangan demosntran bahwa Nicolas Maduro telah dijatuhkan oleh pengkhianat dari ring satu kekuasaannya sendiri.
Kecurigaan ini semakin diperkuat oleh pesan suara dari putra sang presiden, Nicolas Maduro Guerra yang secara bols menyatakan di media sosial bahwa
“Sejarah akan mengungkap siapa para pengkhianat itu.”
Belum ada informasi detail jumlah korban
Hingga saat ini, data pasti mengenai jumlah korban yang gugur akibat serangan fajar militer AS masih sangat tertutup, bahkan rumah sakit lokal terkesan ogah memberikan informasi detail.Namun, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez mengonfirmasi bahwa banyak tim pengamanan inti serta personel militer yang tewas secara tragis dalam insiden tersebut.
Di sisi lain, sebuah sumber dari kelompok tenaga medis sempat membocorkan kepada AFP bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan menyentuh angka 70 orang, dengan 90 lainnya mengalami luka luka serius yang bikin kondisi kemanusiaan makin alarming.
Nicolas Maduro menanti sidang Narkoterorisme
Fokus dunia kini tertuju pada gedung pengadilan di New York, tempat di mana Nicolas Maduro akan segera dikonfrontasi dengan tumpukan dakwaan dari jaksa Amerika Serikat.Pihak otoritas AS menuding bahwa Maduro terlibat dalam jaringan penyelundupan kokain skala besar yang masuk ke wilayah mereka, sebuah tuduhan yang selama ini selalu dibantah keras oleh pihak Caracas sebagai upaya penggulingan kekuasaan.
Sidang ini diprediksi bakal menjadi momen paling pivotal yang menentukan apakah masa depan politik Maduro akan berakhir di balik jeruji besi atau justru memicu perlawanan yang lebih masif dari para pendukungnya. (nAD/ aSP)













