Rehabilitasi Sumatera, Wamentan: Sudah di Data! Negara Hadir Tangani Ternak dan Pertanian yang Terdampak

Editor: AR Purba
Senin, 5 Januari 2026 | 07:52 WIB
Rehabilitasi Sumatera, Wamentan: Sudah di Data! Negara Hadir Tangani Ternak dan Pertanian yang Terdampak

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan bahwa negara hadir untuk menangani dampak bencana banjir di sektor pertanian dan peternakan Sumatera.

Saat fase rehabilitasi ini, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap jenis ternak dan luas lahan pertanin juga jenis pertanian yang lenyap akibat banjir dan longsor.

Sudaryono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memenuhi kebutuhan korban bencana, termasuk bantuan-bantuan sesuai dengan kondisi lapangan. Guna meminimalisir kerugian yang lebih besar yang dialami oleh korban terdampak bencana di Sumatera.

"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan. Namanya pemulihan pascabencana gitu," kata Sudaryoro, di bilangan Jakarta, dikutip pada Minggu, (4/1/2026).

Salah satu program: Ayam Merah Putih

Program yang dimaksud Sugiyono adalah Ayam Merah Putih. Ayam ini akan didistribusikan kepada para peternak yang terdampak dan terverifikasi sesuai data.

Apa yang dilakukan Kementan ini sudah ada anggarannya dari negara. Kata Sudaryono, pihaknya kini fokus untuk menangani kedaruratan yang terjadi saat masa pemulihan pascabencana.

"Pada pemulihan pasca, salah satu yang ada (program) Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi rakyat yang terdampak, kedaruratannya dibereskan," tegasnya.

Rehabilitasi 70 Ribu Ha lahan pertsnian terdampak

Untuk sektor pertanian, Kementan berkomitmen untuk memperbaiki sawah rusak serta melakukan pencetakan sawah baru bagi petani.

Saat ini, Kementan telah mendata setidaknya ada sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian yang terdampak. Dari angka itu, 11 ribu hektare diantaranya mengalami puso (gagal panen, rusak parah, bahkan mati) akibat kerusakan berat.

"Yang sawahnya hancur, kita cetak sawah. Jadi negara komit untuk itu. Termasuk rumah yang hancur, itu kemudian juga akan dibangunkan rumah," tambahnya.

Pemulihan dilakukan bertahap dan menyeluruh
Proses pemulihan lahan sawah akan dilakukan secara bertahap. Berbarengan dengan pendataan detail yang terus dilakukan pemerintah. Rencananya semua akan berjalan bulan ini, Januari 2026.

Ia juga menimbang kondisi saat ini masyarakat masih membutuhkan bantuan yang bersifat darurat.

"Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan (kedaruratan seperti logistik dan lainnya," imbuhnya.

Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada setiap sektor.

Peternakan, pertanian, hunian dan kebutuhan untuk menjalankan kehidupan sosial dengan normal akan terus mendapatkan perhatian penuh dari negara. Fase rehabilitasi ini juga menjadi prioritas negara saat ini. (Shnty/ aSP)

Gen Z Takeaway
Singkatnya, bencana bikin pertanian dan peternakan di Sumatera puso alias gagal panen dan rusak parah. Tapi negara turun tangan lewat pendekatan data-driven dan long term recovery. Dari keadaan darurat sampe sustainable rebuilding, biar pemulihan atau rehabilitasi gak sekedar buat beresin masalah sementara.

kementan peternakan Rehabilitasi Sumatera Sektor Pertanian Wamentan Sudaryono

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB