Kronologi Tewasnya Pratu Farkhan, TNI AD Usut Dugaan Penganiayaan: Terduga Pelaku Ditahan
astakom.com, Jakarta — Penganiayaan prajurit TNI kembali terjadi, kali ini seorang prajurit TNI bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, meninggal dunia pada akhir tahun kemarin (31/12/2025).
Tewasnya Pratu Farkhan diduga dianiaya oleh seniornya saat bertugas di Papua. Ayah Pratu Farkhan, Zakaria Marpaung, menceritakan kronologi awalnya sang putra bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh. Kemudian, Pratu Farkhan ditugaskan ke Papua.
Terkait dugaan penganiayaan terhadap Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Kolonel Infanteri Dimar tak menepis dugana kasus tersebut, dan mengatakan sedang mengusut kasus tersebut.
Kolonel Dimar menuturkan bahwa kasus Pratu Farkhan sedang diusut satuan TNI AD atas perintah langsung Panglima TNI, Agus Subianto.
"Terduga pelaku sudah diamankan dan ditahan di POM Timika. Sejauh ini masih satu orang. Tapi kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Barang kali ada pelaku lainnya," kata Dimar, dikutip redaksi astakom.com di media, Minggu (4/1/2026).
Kronologi kabar kematian Pratu Farkhan
Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh seorang senior berpangkat Kopral Dua saat bertugas di Pos Sanepa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini bersama Satgas Batalyon Yonif 113/Jaya Sakti.
Menurut keterangan yang diterimanya, korban sempat mengeluhkan sakit disertai menggigil saat berada di pos. Kondisi tersebut diketahui oleh rekan-rekan korban lalu menyarankan agar berjemur.
Namun saat korban berjemur untuk menghangatkan badan, diduga dia malah mendapat kekerasan dan hukuman fisik oleh seniornya berpangkat Kopda. Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk dada.
Melihat kondisinya semakin lemah, rekan-rekan korban membawanya ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh,” ujar Zakaria
"Belum kering makam Prada lucky sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan," tambah Zakaria lagi.
Tindakan dan penyelidikan TNI AD
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menyatakan bahwa oknum prajurit senior yang diduga terlibat telah diamankan untuk proses penyelidikan.
TNI AD menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terutama yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit.
"Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Donny.
Selain itu, TNI AD melakukan pembinaan kepada prajurit di satuan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pimpinan TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi.











