Reporter: Nur Nadiah Islamiyah
astakom.com, Swedia – Alih-alih meramaikan pesta kembang api ratusan orang di Swedia justru Memilih Untuk membatalkan agenda perayaan malam pergantian tahun mereka demi menggelar aksi solidaritas bagi warga Gaza pada Rabu 31/12/2025 malam.
Di tengah cuaca dingin yang sangat ekstrem masa memadati lapangan Segels Torg setelah digerakkan oleh berbagai organisasi sipil.
Mereka lebih memilih untuk memberikan penghormatan terakhir bagi anak-anak dan warga sipil yang menjadi korban jiwa di Palestina ketimbang bersenang-senang menyambut tahun 2026.
Aksi yang berlangsung dramatis ini dilakukan dengan berjalan kaki menuju gedung Parlemen Swedia sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa obor sebagai simbol Harapan.
Para demonstran secara tegas menuntut agar pemerintah Swedia segera menghentikan ekspor senjata ke Israel serta mendesak di akhirnya blokade yang memicu kelaparan hebat di Gaza.
“Saat dunia memasuki tahun baru, genosida terus berlanjut di Palestina. Terlepas dari gencatan senjata, warga Palestina dibunuh, pengepungan terus berlanjut, dan orang-orang membeku hingga mati karena dibiarkan tanpa tempat berlindung di tenda-tenda,” kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 2 Januari 2025.
Protes Keras pelanggaran komitmen damai
Pihak penyelenggara unjuk rasa menyoroti fakta bahwa meskipun statusnya sedang dalam masa gencatan senjata, situasi di lapangan masih sangat chaos dan memprihatinkan.
Mereka menyebut bahwa militer Israel dianggap tidak patuh pada komitmen perdamaian karena warga di Palestina masih terus menghadapi ancaman kematian akibat kedinginan di tenda pengungsian yang tidak layak.
Masa menuntut agar gencatan senjata segera dipatuhi secara total dan permanen tanpa ada lagi pengepungan dan menyengsara warga sipil.
Spanduk kritik dan stop penjualan senjata
Dalam kerumunan tersebut terlihat berbagai poster dan yang kesannya sangat deep seperti “Anak-Anak Dibunuh Di Gaza” dan “Patuhi Gencatan Senjata Sekarang Juga”.
Para demonstran merasa vibes Tahun Baru kali ini tidak pantas dirayakan secara mewah selama rumah sakit dan sekolah di Gaza masih hancur akibat pemboman.
Mereka mendesak otoritas internasional untuk tidak tinggal diam melihat penderitaan massal yang terus berlanjut meski dunia sedang merayakan pergantian kalender.
Data korban jiwa bertambah
Laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa situasi tetap tense meskipun perjanjian damai sudah ditekan sejak beberapa waktu lalu.
Sejak kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 10 Oktober tercatat sebanyak 414 nyawa melayang dan lebih dari 1.100 orang mengalami luka-luka.
Hal ini memicu gelombang kemarahan warga di Stockholm yang merasa bahwa dunia internasional harus melakukan langkah konkrit Untuk benar-benar menghentikan kekerasan di tanah Palestina.
Gencatan senjata yang rapuh
Aksi protes di Swedia ini merupakan respons atas eskalasi konflik berkepanjangan yang meledak sejak Oktober 2023.
Perang yang berlangsung selama 2 tahun tersebut telah meninggalkan jejak traumatis dengan total korban tewas mencapai lebih dari 71.000 jiwa yang mayoritas korbannya adalah kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Selain itu sekitar 171.000 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat Serangan yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur di Gaza.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat memunculkan harapan pada Oktober 2025, warga Palestina berulang kali melayangkan tuduhan bahwa pihak Israel kerap melanggar poin-poin perjanjian tersebut.
Situasi keamanan yang fluktuatif inilah yang memicu warga dunia termasuk di Swedia untuk terus melakukan tekanan diplomatik dan aksi turun ke jalan guna memastikan keadilan bagi rakyat Palestina tetap menjadi agenda utama di tingkat global.(nAD/aSP/aZm)
Gen Z Takeaway
POV: Lo lagi di Swedia tapi bukannya party malam tahun baru, lo malah ikut ratusan orang buat stand with Palestina. Di saat semua orang sibuk sama kembang api, warga Stockholm justru milih buat cancel acara mereka karena nggak mau abai sama situasi di Gaza yang masih red flag parah. Mereka protes keras ke pemerintah Swedia biar setop jual senjata ke Israel dan nuntut gencatan senjata beneran dipatuhi, karena jujur trust issue warga dunia ke komitmen damai di sana lagi di titik terendah gara-gara korban masih terus berjatuhan

