astakom.com, Jakarta — Percepatan pemulihan pascabencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus digenjot. Dilaporkan bahwa alat berat terus bekerja hingga larut malam.
Tim penanggulangan bencana dari Kemeterian Pekerjaan Umum (PU) dan relawan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material sisa banjir yang menutup jalan nasional.
Di lapangan, alat berat jenis ekskavator dan truk bekerja tanpa henti mengangkut lumpur, kayu, serta material lain yang terbawa banjir bandang.
Proses pembersihan hingga larut malam
Meski waktu telah memasuki tengah malam, proses pembersihan tetap dilakukan demi membuka kembali jalur transportasi dan menekan risiko bencana lanjutan bagi warga sekitar.
Pembersihan difokuskan pada titik-titik vital yang terdampak langsung, termasuk ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta area lingkungan pesantren yang sebelumnya tertutup material banjir.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi warga Aceh Tamiang dapat kembali berjalan secara bertahap.
Percepat proses normalisasi aktivitas masyarakat
Kerja hingga larut malam dipilih untuk mempercepat proses normalisasi dan meminimalkan gangguan berkepanjangan terhadap aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kondisi kehidupan masyarakat terdampak benar-benar pulih.
“Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sampai kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat pulih dan menjadi lebih baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Minggu (28/12/2025).
27 titik sumur bor telah dikerjakan
Melansir astakom.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat banjir dan longsor di Aceh terpenuhi, salah satunya kebutuhan air bersih.
Saat ini, ada sekitar 27 titik sumur bor yang telah dikerjakan pemerintah di Kabupaten Aceh Tamiang sambil menunggu pemulihan jaringan PDAM yang rusak akibat bencana.

