Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

ASEAN Update: Thailand-Kamboja Fix Gencatan Senjata Hari Ini? Berikut Dokumen Terbaru yang Disepakati!

Reporter: Nur Nadiah Islamiyah

astakom.com, ThailanKetegangan di area perbatasan akhirnya memasuki babak baru yang lebiih adem. Melalui pengumuman resmi pada akhir pekan ini, dikutip astakom.com Minggu (28/12/2025) otoritas Thailand dan Kamboja secara terbuka berkomitmen untuk menyudahi kontak senjata yang telah memicu kepanikan massal selama beberapa pekan terakhir.

Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara tetangga tersebut memilih untuk move on dari konfrontasi fisik yang merugikan banyak pihak hingga mengorbankan nyawa prajurit dan warga sipil.

Langkah perdamaian ini diresmikan langsung oleh jajaran Menteri pertahanan dari masing-masing negara yabg bertikai melalui sebuah dokumen bersama Sabtu (27/12/2025)

Isi Pernyataan dokumen

Kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata setelah penandatanganan Pernyataan Bersama ini, berlaku mulai pukul 12.00 siang (waktu setempat) pada tanggal 27 Desember 2025,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

Baik melibatkan armada Udara, serangan siber maupun pertempuran darat di seluruh titik perbatasan.

Komitmen keamanan dan Pemulihan wilayah pasca konflik

Gencatan senjata ini bersifat menyeluruh, mencakup larangan penggunaan berbagai alutsista berat hingga drone tempur yang sempat membombardir area infrastruktur antar negara.

Selain menyetop adu mekanik militer, kedua negara juga setuju untuk melakukan pembekuan posisi pasukan agar tidak ada pergerakan provokatif.

Fokus utama saat ini adalah memulangkan jutaan pengungsi ke rumah masing masig serta memulai kolaborasi dalam pembersihan ranjau darat yang masih tertananm di tanah perbatasan.

Hasil dari Sinergi ASEAN dan Tekanan global 

Kesepakatan yang impactful ini tida muncul secara instan, melainkan hasil dari maraton negosiasi selama tiga hari terakhir.

Pertemuan intensif ini merupakan tindak lanjut dari dorongan para Menteri luar negeri di lingkup ASEAN yang merasa stabilitas Kawasan sedang tidak baik baik saja.

Dukungan dari negara besar seperti Amer Serikat dan China ditambah peran aktif Malaysia juga menjadi factor krusial yang menekankan kedua negara untuk segera melakukan gencatan senjata demi kemanusiaan.

Jejak Konflik dan Gagalnya Diplomasi Sbelumnya

Sebagai catatan, eskalasi militer antara Thailand dan Kamboja kali ini tercatat sebagai salah satu yang paling brutal dalam sejarah hubungan bilateral keduanya.

Dalam kurun Waktu tiga minggu, tercatat sedikitnya 47 nyawa melayang dan lebih dari satu juta warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat hantaman artileri dan jet tempur.

Situasi sempat memanas karena konflik meluas ke hamper seluruh provinsi yang berbatasan langsung di kedua sisi negara.

Upaya damai sebenarnya udah sempet diinisasi sebelumnya, termasuk klaim gencatan senjata yang sempat didorong oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, komitmen tersebut berakhir gagal total karna gesekan di lapangan yang terus terjadi.

Penandatangan pernyataan Bersama pada 27 Desember 2025 ini diharapkan menjadi titik balik permanen untuk mengakhiri siklus kekerasan yang telah melumpuhkan aktiviytas ekonomi dan social di perbatasan. (nAD/aSP)

Gen Z Takeaway
The Real Plot Twist: Setelah tiga minggu adu mekanik yang bikin suasana red flag parah, akhirnya Thailand dan Kamboja mutusin buat fix gencatan senjata mulai Sabtu (27/12/2025) jam 12 siang. Gak cuma urusan fisik di perbatasan, mereka juga janji bakal stop serangan siber dan fokus move on buat pulangkan jutaan warga yang sempat ngungsi. Meskipun sebelumnya diplomasi ala Donald Trump sempat gagal total, kali ini intervensi dari ASEAN, AS, dan China beneran impactful banget buat maksa kedua negara ini biar nggak lagi toxic dan mulai beresin sisa ranjau demi kemanusiaan.

Feed Update

Kuwait International Airport Diserang Drone: Kerusakan Parah!

astakom.com, Jakarta - Bandara Internasional Kuwait menjadi target serangan sejumlah drone, yang menyebabkan kerusakan material di bandara. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait menyatakan bahwa tidak...

Kronologi Kapal Tanker Thailand Terbakar di Selat Hormuz: Apa yang Terjadi?

astakom.com, Jakarta - Departemen Kelautan Thailand menginformasikan bahwa kapal pengangkut barang curah berbendera Thailand, MAYUREE NAREE, mengalami kebakaran dan ledakan di ruang mesin ketika melalui Selat Hormuz pada (11/3/2026). Sebanyak 20 anggota kapal telah...

Diplomacy Goals! Pertemuan Prabowo & Wapres PM Australia Bikin Hubungan Makin Solid

astakom.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam penjelasannya menyatakan bahwa pertemuan itu merupakan kesempatan untuk menjalin silaturahmi antara dua teman lama yang...

Netanyahu Siap Ngeluarin Nuklir Kalo Perang Iran Makin Parah!

astakom.com, Jakarta - Mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kolonel (Purn) Lawrence Wilkerson, mengingatkan pada Rabu, (11/3/2026), kalau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin akan memanfaatkan senjata nuklir. Ia...

Indonesia & PBB: Ngobrolin Masa Depan Multilateralisme di Peringatan Ke-80 Tahun PBB!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menegaskan komitmen Jakarta dalam memperkuat kolaborasi multilateralisme di tengah situasi global yang selalu berubah...

Kim Jong Un Dukung Mojtaba Khamenei, Pantau Uji Coba Rudal!

astakom.com, Jakarta - Korea Utara mengungkapkan dukungan untuk pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pyongyang juga mengulang...