Reporter: Nur Nadiah Islamiyah
astakom.com, Thailan – Ketegangan di area perbatasan akhirnya memasuki babak baru yang lebiih adem. Melalui pengumuman resmi pada akhir pekan ini, dikutip astakom.com Minggu (28/12/2025) otoritas Thailand dan Kamboja secara terbuka berkomitmen untuk menyudahi kontak senjata yang telah memicu kepanikan massal selama beberapa pekan terakhir.
Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara tetangga tersebut memilih untuk move on dari konfrontasi fisik yang merugikan banyak pihak hingga mengorbankan nyawa prajurit dan warga sipil.
Langkah perdamaian ini diresmikan langsung oleh jajaran Menteri pertahanan dari masing-masing negara yabg bertikai melalui sebuah dokumen bersama Sabtu (27/12/2025)
Isi Pernyataan dokumen
“Kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata setelah penandatanganan Pernyataan Bersama ini, berlaku mulai pukul 12.00 siang (waktu setempat) pada tanggal 27 Desember 2025,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).
Baik melibatkan armada Udara, serangan siber maupun pertempuran darat di seluruh titik perbatasan.
Komitmen keamanan dan Pemulihan wilayah pasca konflik
Gencatan senjata ini bersifat menyeluruh, mencakup larangan penggunaan berbagai alutsista berat hingga drone tempur yang sempat membombardir area infrastruktur antar negara.
Selain menyetop adu mekanik militer, kedua negara juga setuju untuk melakukan pembekuan posisi pasukan agar tidak ada pergerakan provokatif.
Fokus utama saat ini adalah memulangkan jutaan pengungsi ke rumah masing masig serta memulai kolaborasi dalam pembersihan ranjau darat yang masih tertananm di tanah perbatasan.
Hasil dari Sinergi ASEAN dan Tekanan global
Kesepakatan yang impactful ini tida muncul secara instan, melainkan hasil dari maraton negosiasi selama tiga hari terakhir.
Pertemuan intensif ini merupakan tindak lanjut dari dorongan para Menteri luar negeri di lingkup ASEAN yang merasa stabilitas Kawasan sedang tidak baik baik saja.
Dukungan dari negara besar seperti Amer Serikat dan China ditambah peran aktif Malaysia juga menjadi factor krusial yang menekankan kedua negara untuk segera melakukan gencatan senjata demi kemanusiaan.
Jejak Konflik dan Gagalnya Diplomasi Sbelumnya
Sebagai catatan, eskalasi militer antara Thailand dan Kamboja kali ini tercatat sebagai salah satu yang paling brutal dalam sejarah hubungan bilateral keduanya.
Dalam kurun Waktu tiga minggu, tercatat sedikitnya 47 nyawa melayang dan lebih dari satu juta warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat hantaman artileri dan jet tempur.
Situasi sempat memanas karena konflik meluas ke hamper seluruh provinsi yang berbatasan langsung di kedua sisi negara.
Upaya damai sebenarnya udah sempet diinisasi sebelumnya, termasuk klaim gencatan senjata yang sempat didorong oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun, komitmen tersebut berakhir gagal total karna gesekan di lapangan yang terus terjadi.
Penandatangan pernyataan Bersama pada 27 Desember 2025 ini diharapkan menjadi titik balik permanen untuk mengakhiri siklus kekerasan yang telah melumpuhkan aktiviytas ekonomi dan social di perbatasan. (nAD/aSP)

