Perbaikan Jembatan Dikebut: 4 Rampung di Aceh, Akses Malalak Agam Segera Tersambung
astakom.com, Jakarta — Pemerintah terus tancap gas memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan empat Jembatan Armco rampung dibangun pada Sabtu (27/12/2025), sementara pembangunan jembatan darurat di Nagari Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, masih dikebut oleh TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Hal ini menandakan bahwa bencana banjir di wilayah Sumatera sudah semakin pulih berkat bantuan pemerintah pusat beserta sejumlah kementerian dan lembaga.
Empat jembatan Armco yang rampung di Aceh
Empat Jembatan Armco tersebut masing-masing berada di Alue Gadeng Dua, Kabupaten Aceh Timur, dengan panjang 18 meter yang menghubungkan Desa Alue Sentang–Alue Gadeng Dua hingga jalur Lintas Medan–Banda Aceh.
Jembatan kedua dan ketiga, masing-masing sepanjang 12 meter, juga berada di kawasan Alue Sentang sebagai penghubung antar dusun dan desa.
Sementara itu, jembatan keempat sepanjang 9 meter dibangun di Simpang Gudang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk menghubungkan Kecamatan Hinai dan Kecamatan Padang Tualang.
Pemulihan akses jalan dan jembatan jadi prioritas
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pascabencana.
"Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," kata Dody, dalam rilis yang diterima astakom.com, Sabtu (27/12/2025)
Menurutnya, konektivitas merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik. Kementerian PU akan terus memantau dan mempercepat penanganan di seluruh titik terdampak bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, dan TNI.
Jembatan di Nagari Malalak Agam segera tersambung
Di Sumatra Barat, pembangunan jembatan darurat di Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, terus berlanjut.
Pusat Penerangan TNI menyebutkan, proses pengecoran dasar jembatan saat ini tengah dilakukan oleh personel TNI, Polri, dan warga.
“Pada Jumat, 26 Desember 2025 telah dilaksanakan proses kegiatan pembangunan jembatan darurat di Nagari Malalak Selatan oleh anggota Yonif TP 897/SGL, Babinsa Kodim 0304/Agam, Polri beserta masyarakat,” demikian keterangan Pusat Penerangan TNI.
“Pengerjaan saat ini masih melanjutkan pengecoran dasar jembatan,” lanjutnya.
Jembatan tersebut sebelumnya roboh akibat banjir bandang dan memutus akses antara Malalak Selatan dan Malalak Barat, termasuk menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan sosial, serta distribusi bantuan logistik.
Pembangunan jembatan darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu maksimal dua pekan dan diharapkan sudah dapat dilalui pada awal Januari 2026, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
Dengan progres ini, pemerintah berharap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal secara bertahap.











