Babah Alun dan Pengusaha Tarik CSR Setahun untuk Bantu Korban Bencana
astakom.com, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan berkolaborasi dengan sejumlah pelaku usaha menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Pulau Sumatera. Bantuan tersebut diberangkatkan lewat Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut.
Pengiriman bantuan menggunakan KRI Semarang 594 dari Pelabuhan Tanjung Priok ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbagai korporasi, salah satunya PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dan kalangan filantropi yang digerakkan pengusaha jalan tol Jusuf Hamka.
Anggaran CSR setahun kedepan untuk korban bencana
Jusuf Hamka atau yang karib disapa Babah Alun, mengaku sudah menganggarkan program CSR selama setahun kedepan untuk membantu para korban bencana. Bantuan diterima langsung Komando Kolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara untuk dikirim ke Pulau Sumatera.
"Hari ini kami mengirimkan bantuan via Kolinlamil yang dibawa KRI Semarang 594, dan kami menganggarkan untuk CSR tahun depan kami tarik kemari (untuk bantuan korban bencana), ya ada ratusan miliar kami anggarkan," tutur Jusuf Hamka usai pelepasan bantuan, dikutip Kamis (25/12/2025).
Babah Alun menambahkan, selain dikirimkan melalui kapal milik TNI AL, bantuan untuk korban bencana Pulau Sumatera juga dikirim melalui sejumlah pihak. Antara lain, melalui Lembaga Matahari Pagi, Organisasi KNPI, dan juga langsung melalui Kantor Staf Presiden (KSP).
Mengajak masyarakat bersatu dengan pemerintah
Jusuf Hamka mengajak seluruh masyarakat bersatu bersama dengan relawan dan pemerintah memulihkan kondisi korban dan daerah terdampak bencana.
Ia menegaskan, pemerintah telah bersusah payah dan bekerja keras untuk memulihkan kondisi para korban.
"Sebagai warga negara kita wajib membantu negeri, negeri sedang susah, negeri sedang berduka, ayo kita bergandengan tangan, baik cerdik pandai, pengusaha, baik relawan, yuk kita sama-sama, pasti ini kita bisa menanggulangi kalau kita bersatu," tutur Jusuf Hamka.
Singgung pihak yang selalu mengkritik
Babah Alun juga menyayangkan masih ada sejumlah pihak justru mengkritik kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah. Padahal, menurutnya pemerintah sudah bekerja keras sejak hari pertama tanpa sorotan kamera untuk menanggulangi dampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Ia mengajak seluruh pihak menyamakan persepsi untuk kebaikan pada korban. Bukan hanya pandai mengkritik atas apa yang dilakukan pemerintah, tetapi ikut bergotong royong, ringan tangan untuk membantu para korban bencana, apapun bentuk bantuannya.
"Mau pampers, mau kasur, torn air bersih, makanan biskuit kita bantu, kalau tidak bisa, jangan kita pandai mengkritik, tetapi kita pandai berdoa saja, kasih doa saja," tegas Babah Alun.
"Kalau di agama saya itu, 'sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat buat orang banyak," tambah Babah Alun.











