Real Peduli Rakyat! Prabowo bakal Ganti Rumah Warga Terdampak Aceh Tamiang
astakom.com, Jakarta — Masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang gembira dan menyambut baik kebijakan pemerintah terkait pembangunan rumah warga yang hanyut atau rusak berat akibat bencana alam banjir yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Salah satu warga Desa Sukajadi, Siti Aminah, di Kecamatan Kuala Simpang, mengaku sangat senang saat Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di kawasan Islamic Center Kuala Simpang. Dalam kunjungan itu, Presiden menjanjikan penggantian rumah bagi warga yang terdampak banjir.
“Ya, alhamdulillah kali lah. Kalau bisa ya kan, dibangun. Semua memang hancur semua bawah. Ya senang kali lah kami terima kasih sama Pak Prabowo. Berarti memang peduli rakyat. Senang kali lah kami semua nyambutnya,” ujar Aminah di Posko Pengungsian Kuala Simpang, kepada wartawan astakom, Kamis (24/12/2025).
Bupati setempat tindaklanjuti arahan Prabowo
Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, bergerak cepat menindaklanjuti arahan Prabowo. Pada Ahad lalu, ia memastikan sebanyak 14 titik lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan perkebunan siap dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga korban bencana yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat.
Selain opsi relokasi ke lahan HGU, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga memberikan pilihan kepada warga untuk membangun huntara di atas lahan pribadi masing-masing. Langkah ini diambil guna memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin tetap tinggal di lokasi semula.
Bantuan logistik relatif melimpah
Ia menambahkan bahwa bantuan logistik, termasuk kudapan untuk anak-anak pengungsi, relatif melimpah di posko pengungsian Kuala Simpang. Bersama sejumlah ibu lainnya, Aminah kerap membagikan bantuan kepada pengungsi yang logistiknya masih terbatas.
“Ini lah, bantu-bantu mengantar semua. Biar adil. Jangan ada yang ribut-ribut lah. Saya ikhlas betul membantu,” katanya.
Meski logistik cukup, Aminah berharap pemerintah dapat melengkapi bantuan yang masih dibutuhkan pengungsi, seperti selimut dan kelambu untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk. Ia khawatir, dengan curah hujan yang masih tinggi, risiko penyakit di pengungsian akan meningkat.
“Takutnya demam berdarah pula. Minta tolong, kelambu, selimut, kalau bisa. Alas-alas juga kan banyak anak bayi,” pungkasnya.
Masyarakat terbantu adanya dapur Polri
Melansir astakom.com, masyarakat terdampak banjir di wilayah Kuala Simpang, Aceh Tamiang, merasa sangat terbantu dengan adanya dapur lapangan milik Brimob Polri di kompleks Islamic Center Kuala Simpang.
Menurutnya Aminah, dengan adanya dapur lapangan tersebut, warga tidak lagi khawatir akan kebutuhan makan sehari-hari.
“Terbantu kali. Baik-baik semua. Pokoknya siang, pagi udah ada makanan lah kita semua. Lengkap lah makanannya. Enggak perlu (masak). Kalau kepingin aja. Kalau ada duit ya beli. Kalau enggak ada, ya dapur umum,” tuturnya.











