Prabowo Gaspol Apresiasi: Pahlawan Pemulihan Bencana Bakal Dapat Penghargaan
astakom.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta jajarannya menyiapkan penghargaan yang pantas bagi para petugas dan aparatur negara yang terjun langsung dalam pemulihan bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Penghargaan ini ditujukan bagi mereka yang bekerja di lapangan dengan risiko tinggi demi melindungi keselamatan masyarakat.
Dalam arahannya, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan pimpinan lembaga yang dinilainya telah menjalankan tugas secara profesional serta menunjukkan komitmen dalam melindungi rakyat dan menjalankan tanggung jawab negara.
Kritik itu konsekuensi jabatan publik
Presiden juga menyinggung dinamika yang kerap dihadapi para pejabat publik dalam menjalankan tugas, termasuk kritik dan tekanan yang datang dari berbagai arah.“Dan saudara-saudara kalau pejabat sudah kerja, saudara dimaki-maki, tenang saja. Tenang saja, pohon yang tinggi pasti kena terpaan angin, tidak apa-apa itu resiko, saya perhatikan ada beberapa pejabat yang suka ditiup angin,” ucap Prabowo dikutip astakom pada channel youtube Sekretariat Presiden, 16/12
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari konsekuensi jabatan publik. Namun yang terpenting adalah tetap fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.
“Santai saja, saya sudah sekian puluh tahun juga, yang penting kita kerja untuk rakyat. Kita kerja untuk rakyat, kita setia kepada rakyat, kita engga ragu-ragu, saya ingin semua pejabat nilai anak buahnya bekerja keras di lapangan,” terangnya.
Apresiasi Buat yang Betul Bekerja Keras
Prabowo secara tegas meminta para pimpinan institusi, termasuk TNI dan Polri, untuk melakukan penilaian objektif terhadap personel yang bekerja langsung di wilayah bencana. Ia menekankan bahwa kerja keras dan pengorbanan di lapangan harus mendapatkan pengakuan yang setimpal.“Di lapangan, saudara-saudara semuanya dan ajukan kepada saya, kita beri penghargaan. Para kepala staf, panglima TNI, Kapolri, beri penghargaan apakah dia naik pangkat,” paparnya.
Presiden juga menyoroti beratnya tantangan yang dihadapi para petugas, khususnya dalam pembangunan infrastruktur darurat di medan yang ekstrem dan berbahaya.
“Bekerja bikin jembatan di alam yang susah itu membahayakan nyawa, kita sudah lihat berapa anggota kita hanyut berusaha menyelamatkan rakyat., pertaruhkan nyawa saya minta dikasih penghargaan, dikasih penghargaan yang layak,” ucapnya.
Tak hanya aparat keamanan, Prabowo turut menegaskan pentingnya penghargaan bagi tenaga kesehatan dan petugas kemanusiaan yang tetap bertugas tanpa meninggalkan pos mereka.
“Tenaga kesehatan, dokter-dokter, petugas di lapangan yang tidak meninggalkan pos-nya itu juga harus dikasih penghargaan,” tuturnya.
Di akhir arahannya, Presiden meminta agar rasa terima kasih negara disampaikan secara langsung kepada seluruh petugas lapangan.
“Sampaikan terima kasih saya kepada semua petugas di lapangan penghargaan saya. Hormat saya kepada mereka, saya bangga saya sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia, saya punya pemerintahan, saya punya pembantu-pembantu seperti saudara dan saya punya petugas di lapangan yang semua bekerja untuk rakyat,” pungkas Prabowo.
Dalam pembukaan Sidang Kabinet tersebut, Prabowo juga berulang kali menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Tim SAR Gabungan, PLN, Kementerian PUPR, ESDM berbagai kementerian terkait, relawan, hingga unsur masyarakat lainnya.
Gen Z Takeaway
Negara nggak cukup bilang “makasih” doang—harus ada aksi nyata. Prabowo pengin para pejuang di garis depan bencana yang kerja tanpa drama, nerobos medan ekstrem, bahkan taruhan nyawa, benar-benar dihargai lewat penghargaan resmi. Meski pejabat sering kena kritik, yang penting tetap kerja buat rakyat. Intinya: yang turun langsung, kerja tulus, dan jaga kemanusiaan itu valid heroes—dan negara wajib berdiri di belakang mereka. (Usm/Nsr)











