Reporter : Nur Nadhiah Islami
astakom.com, Seoul – Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Selasa (16/12/2025) mengadakan pertemuan konsultasi penting untuk menyampaikan kebijakan terkait Korea Utara. Sayangnya, upaya ini agak terganggu oleh adanya perbedaan pandangan yang bikin pusing di antara kementrian kementrian di Seoul.
Dialog ini menjadi yang pertama kalinya antara kedua sekutu itu sejak Presiden Lee Jae Myung dari kubu liberal menjabat pada juni lalu.
Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Jeong Yeon Doo, Wakil Menteri Luar Negeri Korsel untuk Strategi Diplomatik dan Intelijen serta Duta Besar AS di Korsel, Kevin Kim.
Korsel sendiri emang lagi getol banget memperbaiki hubungan antar Korea yang stuck dan berharap bisa nyalain lagi dialog antara Washington dan Pyongyang, meskipun Korut berkali kali menolak pendekatan diplomatik.
Kementrian Unifikasi Nggak Setuju Dialog Kemlu AS
Meskipun Kementrian Luar Negeri Korsel berharap kenal konsultasi dengan AS ini bisa berjalan rutin dan membahas opsi untuk Kembali melibatkan Korut dalam dialog, pertemuan ini dilaksanakan saat Kementrian Unifikasi pihak yang ngurusin antar Korea justru nyuarain keberatan.
Kementrian Unifikasi khawatir pendekatan yang dipimpin Kementrian Luar Negeri dan AS ini malah bisa melemahkan peluang pemulihan hubungan dengan Pyongyang.
Kelompok Kerja Bad Experience
Menteri Unifikasi Chung Dong Young dan beberapa anggota kabinet lainnya kepikiran kalau dialog ini akan mengulang bad experience “kelompok kerja” bilateral Korsel AS di era pemerintahan Moon Jae In 2018-2021.
Kelompok kerja di era Moon itu tadinya dibentuk untuk memperkuat koordinasi,termasuk denuklirisasi dan saksi. Namun mekanisme tersebut malah dipresepsikan menghambat agenda perdamaian Seoul karena terlalu menekankan kepatuhan pada sanksi internasional terhadap Korut.
Koordinasi Ketat Pasca KTT
Gara gara pesan sentralnya dalam isu antar korea,Kementrian Unifikasi biasanya ikut campur dalam konsultasi bilateral utama dengan AS. Tapi,kali ini Kementrian Unifikasi pada Senin, 15/12/2025 sudah menyatakan nggak akan hadir di pertemuan Selasa 16/12/2025 dan bakal ngadain pembicaraan tersendiri dengan AS jika diperlukan.
Kementrian Luar Negeri Korsel tetep pada pendiriannya dan menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari kesepakatan KTT Bersama, yang mewajibkan kedua negara untuk melakukan konsultasi erat mengenai korut. Jadi, meskipun ada drama internal antar kementrian, dialog utama Korsel – AS harus tetep berjalan on track. (naD/ aSP)
Gen Z Takeaway
Korsel dan AS udah sat set gelar dialog penting buat ngerangkul Korut, tapi di Seoul malah ada drama internal! Kementerian Unifikasi (ngurusin antar-Korea) nggak setuju sama dialog yang dipimpin Kemlu dan AS. Mereka khawatir kalau cara ini malah bakal melemahkan peluang damai sama Pyongyang, takut ngulang bad experience “kelompok kerja” era Moon Jae-in yang dianggap terlalu nekan soal sanksi. Walau Kemlu Korsel tetep jalanin dialog sesuai kesepakatan KTT, Unifikasi milih minggir dan ngadain obrolan sendiri. It’s complicated!

