Teror Bondi Beach! Ayah dan Anak Diduga Dalang Penembakan Massal Di Australia? Korban 10 Orang Lebih!
Reporter: Nur Nadhiah
astakom.com, Sydney - Vibes liburan di Pantai Bondi, Sydney Australia mendadak totally hancur! Serangan terror mematikan pada Minggu (14/12/2025) malam hari saat perayaan Hanukkah.
Insiden tersebut diduga kuat didalangi oleh ayah dan anak yang nekat melakukan pembantaian massal menggunakan senjata api yang mereka miliki secara legal.
insiden penembakan brutal yang berlokasi disekitar pantai ini menyebabkan 16 orang tewas dan puluhan lainnya kena luka luka.
Komisaris Polisi New South Wales (NSW), Mal Lanyon mengonfirmasi pada Senin, 15/12/2025 bahwa Naveed Akram sang putra berhasil diamankan di lokasi dan dibawa ke rumah sakit Sydney dengan kondisi kritis.
Smentara ayahnya yang dikabarkan Bernama Sajid Akram langsung ditembak mati oleh polisi.
Sajid diketahui punya izin kepemilikan senjata api sah selama sepuluh tahun, dan enam senjatanya termasuk empat laras Panjang yang disita di Bondi kini sudah diamankan semua.
Izin Senjata Bikin Ngeri dan Jejak ASIO
Perdana Menteri NSW, Chris Minns spill kalau pasca serangan terror ini fix banget UU senjata api bakal diubah. Polisi juga lagi ngecek habis, kenapa senjata yang seharusnya legal malah bisa bisanya dipakai buat serangan terror.Profil Naveed Akram
Naveed Akram sendiri udah jadi target pantauan Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) pada Oktober 2019.Perdana Menteri Anthony Albenese ngaku Naveed diselidiki karena pergaulannya, tapi penilaian Waktu itu bilangnya Naveed enggak menunjukkan ancaman kekerasan berkelanjutan.
Mantan rekan kerjanya sebagai tukang batu bilang, Naveed memang orangnya aneh tapi rajin work hard dan interest banget sama dunia berburu.
Walaupun polisi gak mau kasih statement soal manifesto atau bendera ISIS yang katanya ditemukan, Menteri Dalam Negeri Tony Burke confirm kalau Naveed adalah WN kelahiran Australia
Dilatarbelakangi pelanggaran keyakinan
Peristiwa terror di Bondi ini bikin syok semua pihak. Sheikh Adam Ismail mantan guru Naveed di Institut Al Murad tempat Naveed belajar Al Qur'an dan Bahasa Arab, langsung break silence dan menjauhkan diri dari perbuatan itu.Ismail menekankan bahwa apa yang terjadi di Bondi adalah totally dilarang dalam islam “Yang saya anggap sangat ironis adalah Al-Qur'an sendiri… dengan jelas menyatakan bahwa mengambil satu nyawa yang tidak bersalah sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Ini memperjelas bahwa apa yang terjadi kemarin di Bondi sama sekali dilarang dalam Islam.” Ucapnya.
Ia juga turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan komunitas Yahudi. Keterlibatan ayah dan anak ini, terutama dengan senjata api berizin, memicu penyelidikan mendalam tentang potensi kegagalan sistem intelijen dan pengawasan di Sydney. (naD/ aSP)













