Reporter: Jordan
astakom.com, Jakarta — Sinergitas aparat dalam percepatan pemulihan bencana alam di wilayah Sumatera semakin terlihat hasilnya. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan dampak bencana dengan fokus pada penyediaan infrastruktur dan layanan kesehatan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepada Presiden Prabowo, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12/2025). Listyo menyampaikan Polri telah mendirikan 91 posko tanggap bencana yang tersebar di tiga provinsi terdampak.
“Kemudian, kami juga mempersiapkan posko pengungsian tanggap bencana. Ada 91 posko tanggap bencana yang terbagi baik di Aceh, di Sumut, maupun di Sumbar,” ujar Listyo dalam menyampaikan laporannya, Senin (15/12/2025).
Selain itu, untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat, Polri juga menyiapkan 32 posko penyaluran logistik dan 41 posko kesehatan.
Layanan komunikasi
Kapolri juga menyoroti pentingnya komunikasi di wilayah yang infrastrukturnya terganggu. Untuk mengatasi hal ini, Polri membagikan 85 unit Starlink dan perangkat internet tambahan.
“Kemudian juga di awal-awal karena memang sangat dibutuhkan untuk komunikasi, kita bagikan 85 unit Starlink,” ujar Listyo.
Selain itu, kebutuhan dasar seperti lampu penerangan sebanyak 685 unit, genset 44 unit, dan solar panel 19 ribu unit turut didistribusikan.
Layanan kesehatan
Dalam hal layanan kesehatan, Polri melaporkan bahwa pihaknya telah melayani 24 ribu lebih korban bencana untuk pemeriksaan kesehatan. Di samping itu, tim DVI juga telah melakukan pemeriksaan terhadap seribu korban lebih.
“Kemudian selanjutnya kami telah melayani kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebutuhan kesehatan. Ada 24.439 korban yang sudah kami layani, termasuk pemeriksaan DVI 1.015 korban bencana,” ujar Listyo.
Sebagai informasi, tim DVI adalah tim yang menggunakan metode untuk mengidentifikasi korban dari insiden massal, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam.

