Kronologi Lengkap Insiden Penembakan Bondi Beach di Australia
Reporter : Nur Nadhiah
astakom.com, Sydney - Bondi Beach, salah satu spot healing terbaik di Sydney Australia berubah jadi lokasi tragedy paling horror kemarin, Minggu (14/12/2025).
Insiden tembakan massal yang terjadi saat komunitas Yahudi lagi merayakan Hanukkah langsung diklasifikasikan sebagai aksi terror antisemitisme paling mematikan di Australia dalam beberapa dekade terakhir. Setidaknya 16 orang tewas, termasuk seorang anak dan puluhan lainnya luka parah.
Apa yang terjadi?
Peristiwa mengerikan ini dimulai sekitar pukul 18.47 Waktu setempat. Dua pria bersenjata tiba tiba nembakkin kerumunan warga yang lagi asyik ikut acara terbuka Chanukkah by the sea di dekat pantau. Saksi mata nggak nyangka dan spill kalau tembakan berlangsung sekitar 10 menit.
“Kami mendengar suara ledakan dan tembakan, orang-orang langsung berlari dan menjerit,” Kata seorang saksi. Polisi dan petugas medis langsung gercep turun tangan, tapi korban udah banyak yang berlumuran darah seperti yang dilihat Nathan Zlatkis, salah satu saksi di lokasi serangan.
Berdasarkan unggahan platform X, Kepolisian New South Wales telah mengumumkan bahwa total 16 orang meninggal dunia dan 40 lainnya di rawat di rumah sakit akibat dari tragedi penembakan.
Shooter dilumpuhkan, PM Albanese Take Action
Melihat tingkat kekejaman dan target yang jelas mengarah pada komunitas Yahudi yang sedang merayakan hari suci, Polisi New South Wales NSW langsung mendeklarasikan kejadian ini sebagai insiden terror.
Satu pelaku tewas ditembak petugas polisi di lokasi Bondi, sementara pelaku kedua berhasil ditangkap dan kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Polisi NSW juga nge lockdown Pantai Bondi dan jalan jalan sekitarnya pada Senin 15/12/2025 untuk penyidikan, setelah menyita dan mengamankan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak.
Latar Belakang Antisemitik dan Sejarah Senjata
Tragedi Bondi ini nggak cuma jadi penembakkan massal paling mematikan sejak tragedi Port Arthur 1996, tapi juga menunjukkan peningkatan serius dalam antisemitisme. Sejumlah sinagoga dan rumah warga Yahudi di Sydney sudah menjadi target serangan sejak konflik Gaza pecah. Ironisnya, Australia sendiri tahun lalu menemukan intelijen bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran ngedirect setidaknya dua serangan pembakaran di Bondi dan Melbourne yang berujung pada pengusiran duta besar iran.
Selain itu, serangan terror ini Kembali menggarisbawahi celah pada kontrol senjata api Australia. Laporan Australia Institute menyebut NSW, meskipun transparan, masih lemah dalam pembatasan jumlah senjata yang dapat dimiliki secara legal.
Dengan adanya serangan yang menargetkan perayaan agama, tragedi Bondi Beach menjadi titik balik bagi Australia untuk memperketat keamanan dan hukum, terutama terkait senorisme dan kepemilikan senjata api. (naD/ aSP)













