Aceh–Pakistan–Rusia–Aceh dalam 6 Hari, Prabowo Pimpin Krisis Bencana dan Diplomasi Global Tanpa Jeda
astakom.com, Aceh —Dalam rentang waktu hanya enam hari, Presiden RI Prabowo Subianto menjalani rangkaian agenda padat dari penanganan bencana di dalam negeri hingga diplomasi tingkat tinggi di luar negeri.
Presiden bahkan bermalam di Aceh dan memimpin koordinasi lintas kementerian hingga tengah malam, sebelum akhirnya bertolak ke Islamabad, Pakistan, pada Selasa (9/12/2025) pagi.Dari Aceh, Pakistan, Rusia, hingga kembali ke Aceh, Prabowo memimpin langsung agenda krisis nasional dan perjanjian strategis global tanpa jeda.
Prabowo lebih dulu berada di Aceh pada Minggu (7/12) untuk memimpin rapat penanggulangan bencana dan meninjau langsung kondisi lapangan.
Kunjungan singkat Prabowo ke Pakistan dan Rusia berlangsung kurang dari tiga hari, namun menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Diplomasi Global untuk perkokoh posisi Indonesia
Di Islamabad, Prabowo bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan menyepakati penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti kebutuhan mendesak Indonesia terhadap tenaga medis. Kementerian Kesehatan mencatat Indonesia masih kekurangan sekitar 150 ribu dokter, baik dokter umum, spesialis, maupun dokter gigi.
“Dan untuk itu beliau ingin segera membuat puluhan fakultas baru. Terutama di setiap provinsi harus ada fakultas kedokteran baru. Pakistan sepakat mendorong program tersebut,” ujar Teddy.

Dari Pakistan, Prabowo langsung melanjutkan perjalanan ke Rusia pada Rabu (10/12) untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar tiga jam itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama di bidang pertanian, riset, teknologi, serta transfer teknologi.
“Rusia ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, riset, teknologi, dan pertukaran transfer teknologi. Ada beberapa kesepakatan yang sangat penting yang diketahui oleh kedua pemimpin,” kata Teddy.
Usai menyelesaikan rangkaian agenda luar negeri, Prabowo langsung kembali ke Indonesia. Presiden tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pada Jumat (12/12) pukul 02.45 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam 30 menit dari Moskow.
Kegiatan Marathon Presiden, tetap beri atensi untuk bencana Aceh
Tanpa jeda istirahat panjang, Prabowo segera melanjutkan perjalanan ke Aceh untuk kembali meninjau langsung percepatan penanganan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Ini menjadi kunjungan ketiga Prabowo ke Aceh dalam periode penanganan bencana.Prabowo dijadwalkan meninjau posko pengungsian, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta mengecek kesiapsiagaan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah guna memastikan bantuan prioritas benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.
“Dari Moskow hari ini, Presiden Prabowo bertolak ke Tanah Air dan akan langsung mengunjungi Aceh untuk ketiga kalinya, kemudian dilanjutkan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” demikian keterangan resmi Sekretariat Kabinet. (usM/ aSP)
Gen Z Takeaway:
Dalam enam hari penuh gaspol tanpa jeda, Prabowo literally keliling tiga negara—Aceh ➜ Pakistan ➜ Rusia ➜ balik lagi ke Aceh—buat ngurus bencana sekaligus ngunci kerja sama strategis level internasional. Dari rapat bencana sampai tengah malam, teken tujuh perjanjian penting di Islamabad, bahas transfer teknologi dan pertanian bareng Putin di Moskow, lalu mendarat subuh di Medan dan langsung tancap ke Aceh buat ngecek posko, logistik, kesehatan, sampai kesiapan TNI–Polri. Energinya nonstop, fokusnya cuma satu: pastiin warga terdampak cepat pulih dan Indonesia makin kuat, baik di dalam negeri maupun di panggung global.











