Sukses! Penumpang Kereta Khusus Petani-Pedagang Meledak di Minggu Pertama
Reporter: Shintiya
astakom.com, Banten - Lonjakan penumpang langsung terlihat sejak minggu pertama pengoperasian kereta khusus petani dan pedagang. Diketahui jumlah pengguna minggu ini mencapai 844 orang.
Hari Sabtu, (6/12/2025) jadi hari paling ramai dimanfaatkan pengguna, yakni menyentuh 140 penumpang. Ini jadi tanda bahwa layanan ini memang kena di kebutuhan warga, dan tepat sasaran.Selama minggu pertama total pengguna Kereta Petani dan Pedagang sebanyak 844 orang,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip pada Selasa, (9/12/2025).
Stasiun Cikeusal jadi pusat pemberhentian dengan penumpang terbesar yakni 287 pengguna. Sementara Rangkasbitung dan Serang mencatat masing-masing 167 dan 119 penumpang.
Ledakan Lonjakan Penumpang
Mayoritas pengguna naik di jadwal pagi untuk membawa komoditas dagangan, lalu pulang saat siang hari.Ledakan minat ini muncul tak lama setelah PT Kereta Api Computer Line KCI bersama PT KAI meresmikan layanan kereta khusus petani dan pedagang pada 1 Desember 2025.
Kehadiran layanan ini dinilai lebih aman, nyaman, dan nggak lagi bikin pedagang harus bersaing dengan pengguna Commuter Line reguler.
Cara Naik Kereta Khusus Petani-Pedagang
Agar bisa menggunakan layanan ini, penumpang diwajibkan registrasi di loket stasiun menggunakan kartu identitas dan mengisi formulir.Setelah proses itu selesai, mereka akan menerima Kartu Petani dan Pedagang. Kartu ini yang menjadi alat untuk bisa menikmati layanan dan fasilitas kereta itu.
Layanan dan fasilitas itu seperti pemesanan tiket sejak H-7 serta kesempatan masuk ruang tunggu dua jam lebih awal. Layanan ini sangat membantu bagi pedagang yang membawa barang banyak. Sehingga mereka tidak perlu terburu-buru untuk memasukan barangnya ke dalam kereta.
Meski begitu, pihak KCI membatasi barang bawaan maksimal dua koli. Sementara barang berbau menyengat, hewan ternak, dan bahan berbahaya tidak diperbolehkan demi menjaga kenyamanan penumpang
Tarif Rp3.000 : Ekonomi Bergerak Lancar
Tarifnya kereta ini dipatok Rp3.000 berkat subsidi PSO dari Ditjen Perkeretaapian (DJKA). DJKA menegaskan berkomitmen mendanai layanan agar tetap accessible bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sehingga harganya terjangkau bagi pengguna.Kereta yang berkapasitas 73 kursi ini membatasi para pedagang dan petani untuk membawa dagangannya maksimal dua kilogram berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm per kilogram.
Untuk operasionalnya, perjalanan kereta api ini mengikuti standar Permenhub 63/2019 mengenai Standar Pelayanan Minimum. (Shntya/aSP)









