Andai Pengelola Hutan seperti Prabowo: Berikan 90 Ribu Hektare ke WWF untuk Konservasi Gajah
astakom.com, Jakarta — Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni telah menemukan dugaan penyalahgunaan izin, termasuk praktik penebangan ilegal dan pelanggaran tata kelola pada 20 perusahaan yang kini sedang dalam proses hukum.
Menurut Raja Juli, 20 perusahaan tersebut menguasai sekitar 750.000 hektare lahan, termasuk di wilayah Sumatera.
“Yang 750.000 hektare itu se-Indonesia, termasuk di tiga provinsi terdampak banjir,” ujarnya, dikutip dari redaksi astakom.com (9/12/2025).
Lahan yang sangat besar tersebut jadi bukti keegoisan perusahaan hutan dalam mencari keuntungan semata dengan melakukan kerusakan lingkungan dan merugikan negara.
Andai saja pengusaha hutan memiliki hati nurani seperti Presiden Prabowo, yang mampu memberikan sikap tegas keberpihakannya terhadap flora dan fauna di Indonesia.
Kebaikan Prabowo Subianto Terhadap Hutan
Sama-sama kita tahu kebaikan yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto, yakni memberikan konsesi lahan seluas 90 ribu hektare di Takengon Aceh, kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk digunakan dalam upaya konservasi gajah.
"WWF ini bertanya bersediakah saya memberi dari 98.000 hektare itu diserahkan kepada mereka untuk dikelola menjadi kawasan perlindungan gajah. Mereka ajukan 10.000 hektare,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara kongres PSI di Solo Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).
Namun, saat itu, Prabowo menolak permintaan itu. Sebab, dia akan memberikan 20.000 hektare dari lahan miliknya untuk konservasi gajah WWF.
“Saya tidak setuju, tidak akan saya kasih 10.000 hektare untuk kawasan gajah tersebut. Saya akan kasih 20.000 hektare. Jadi kaget mereka,” ujarnya.
Kebaikannya Terdengar oleh Raja Charles III
Kemudian, menurut Prabowo, keputusannya memberikan 20.000 hektare itu sampai ke telinga Raja Charles III yang langsung menitipkan surat terima kasih untuk Prabowo kepada Duta Besar (Dubes) Inggris.
“Beliau tulislah surat ke saya diantar oleh Dubes Inggris. Di ruangan saya, di Istana Merdeka si Dubes Inggris menyampaikan surat dari Raja Charles III. Dia menyampaikankah terima kasih atas dukungan saya dan sebagainya,” kata Prabowo.
Mendapat surat tersebut, Prabowo langsung memutuskan bahwa akan memberikan 90.000 hektare lahan miliknya untuk kawasan perlindungan gajah di Aceh.
“Begitu saya baca surat dari Raja Charles III, saya sampaikan ke Dubes memang dari konsensi yang saya kuasai saya telah serahkan 20.000 hektare. Tapi, karena surat dari Raja Charles ini, saya ambil keputusan sekarang saya serahkan 90.000 hektare untuk kawasan perlindungan (gajah). Saya sisakan 8.000 hektare,” ujarnya.
Kebaikan dan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap lingkungan hidup, seharusnya menjadi contoh bagi pemilik perusahaan hutan untuk menggunakan hutan sebaik mungkin. Ketegasan atas hati nuraninya akan terus diingat dan menjadi sebuah terima kasih dari flora dan fauna di Indonesia.
Gen Z Takeaway
Menhut Raja Juli ngungkap ada 20 perusahaan yang diduga nyalahgunakan izin dan kuasai 750 ribu hektare lahan, termasuk di wilayah yang terdampak banjir—jadi bukti kalau eksploitasi hutan masih sering menang dari akal sehat. Di sisi lain, Presiden Prabowo justru kasih contoh berlawanan lewat langkah konservatifnya, mulai dari ngasih 20 ribu sampai 90 ribu hektare lahan buat perlindungan gajah. Narasinya jelas: tata kelola hutan butuh keberpihakan yang berani dan beretika, bukan sekadar cari cuan.











