Bencana Alam Kepung Negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam Darurat Banjir
astakom.com, Jakarta — Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang menerjang Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Fenomena cuaca ekstrem akibat sistem badai serta curah hujan yang tinggi melumpuhkan sejumlah wilayah di Asia Tenggara, sementara proses evakuasi terus dilakukan di tengah situasi yang kian memburuk.
Di Indonesia, bencana terparah terjadi di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Sejumlah wilayah terisolasi karena jalan terputus dan jaringan komunikasi belum pulih.
Hingga kini, korban meninggal dunia tercatat 166 orang di Sumatera Utara, 47 orang di Aceh, dan 90 orang di Sumatera Barat. Data ini disampaikan saat konferensi pers Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Selain korban meninggal dunia, ada pula korban yang sampai saat ini masih hilang.
Bencana Alam Banjir di Malaysia
Di Malaysia, banjir bandang akibat hujan deras di negara bagian Perlis menewaskan dua orang. Wilayah utara negara itu masih terendam, sementara tim penyelamat terus mengevakuasi warga yang terjebak.
Sistem cuaca penyebab banjir di Indonesia, yang sebelumnya badai tropis, kini melemah menjadi depresi tropis, tetapi tetap membawa hujan deras ke kawasan yang sudah sangat jenuh air.
Bencana Alam Banjir di Thailand
Di Thailand selatan, situasi lebih parah. Setidaknya 55 orang tewas di Provinsi Songkhla. Rumah Sakit Songkhla menyatakan kamar jenazahnya telah penuh.
"Kamar jenazah sudah melebihi kapasitas. Kami membutuhkan lebih banyak ruang," kata Charn, petugas kamar jenazah.
Truk pendingin kini dipakai menyimpan jenazah. Warga menggambarkan banjir yang naik dalam hitungan jam.
"Air naik sampai langit-langit lantai dua," kata Kamban Wongpanya (67).
Pemilik toko, Chayaphol Promkleng, menuturkan awalnya tokonya hanya terendam setinggi mata kaki. Keesokan harinya air sampai pinggang.
"Tidak ada yang bisa saya lakukan," ujarnya.
Dalam insiden ini, Pemerintah Thailand kemudian menskors pemerintah daerah setempat. Bupati Hat Yai terkait dugaan kelalaian penanganan banjir.
Bencana Alam Banjir di Vietnam
Vietnam dihantam banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir akibat hujan deras yang tak henti mengguyur negara tersebut sejak akhir Oktober. Korban tewas meningkat menjadi 90 orang dan 12 orang masih dinyatakan hilang.
Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam mengatakan hujan lebat selama berhari-hari telah memicu banjir dan tanah longsor.
Media lokal VTV meliput penduduk setempat di provinsi Khanh Hoa dan Dak Lak pada Kamis, mengevakuasi warga yang terendam banjir dengan deras, beberapa di antaranya mencapai ketinggian lutut.
Rekaman yang ditayangkan VTV pada menunjukkan para pengendara dan pejalan kaki mencoba bermanuver di jalan-jalan yang rusak di provinsi Dak Lak.
pemerintah setempat mengatakan lebih dari setengah juta rumah tangga dan bisnis mengalami pemadaman listrik setelah jaringan listrik rusak akibat banjir.
Badan prakiraan cuaca nasional memperingatkan akan adanya lebih banyak banjir dan tanah longsor dengan hujan lebat diperkirakan akan terus berlanjut di wilayah tersebut. (aLf/ aSP)
Gen Z Takeaway
Singkatnya, banjir bandang serentak di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam jadi bukti nyata betapa ekstremnya cuaca sekarang. Di Indonesia, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang disampaikan Suharyanto mencatat ratusan korban jiwa di Sumut, Aceh, dan Sumbar, sementara negara lain juga berjibaku dengan evakuasi, listrik padam, hingga rumah sakit penuh. Ini bukan sekadar bencana, tapi sinyal kuat bahwa kesiapsiagaan iklim sudah jadi kebutuhan mendesak.













