Shell dan Vivo Lanjut Beli Base Fuel dari Pemerintah, Drama BBM Swasta Masuki Babak Akhir?
astakom. Jakarta- Drama soal negosiasi Shell, Vivo dengan Pertamina akhirnya mulai terang benderang. Setelah sempat simpang siur dalam negosiasi pembelian minyak mentah di beberapa bulan lalu.
Diinformasikan baru- baru ini pihak penyedia BBM swasta Shell dan Vivo sudah menemukan titik temu dalam negosiasi pembelian bese fuel (minyak mentah) dari negara via operator bisnis PT. Pertamina. Kabar terbaru (25/11/2025), Shell sebagai ritel BBM swasta tersebsar di Indonesia, sepakat akan membeli 100.000 barel.
Seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, proses penyerahan dokumen negosiasi base fuel dari Pertamina ke Shell sekitar berlangsung kemarin (25/11/2025).

Seperti diketahui, PT. Pertamina memang diminta oleh pemerintah menjadi penyeda tunggal base fuel atau minyak mentah bagi para pelaku retail SPBU nn Pertamina. Kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah, setelah berlakunya pembatasan kuota impor langsung bagi SPBU swasta.
Dan sampai dengan berita ini dibuat, masih terdapat kelangkaan pada beberapa jenis BBM hingga penutupan sementara di beberapa SPBU swasta.
Pengiriman 100.000 barel untuk Vivo
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa mereka telah mengirim 100.000 barel bahan bakar ke pengecer swasta Vivo. Di informasikan sebelumnya, Vivo sebelumnya sempat menarik diri dari pengiriman bulan lalu karena hasil lab menemukan kandungan etanol mencapai 3,5 persen dalam produk tersebut. Drama kecil ini sempat bikin heboh karena menimbulkan pertanyaan soal kualitas pasokan dari pemasok internasional.Tanggapan Shell: Belum ketok palu
Menanggapi berbagai pernyataan diatas yang beredar, Brand ritel BBM Shell Indonesia akhirnya buka suara. Presiden Direktur & Managing Director Mobility, Ingrid Siburian, menegaskan bahwa negosiasi dengan Pertamina memang sudah masuk tahap akhir, tapi belum benar-benar “ketok palu”. Ia menekankan bahwa proses ini murni bersifat business-to-business, jadi setiap keputusan harus melewati evaluasi detail dari kedua belah pihak.Shell juga memastikan bahwa mereka sedang bekerja keras untuk memastikan suplai BBM kembali normal. Jika semua berjalan sesuai rencana, stok bahan bakar di SPBU Shell diperkirakan akan kembali stabil pada akhir November 2025.
Semoga Hal ini jadi kabar baik bagi para pengguna setia Shell yang belakangan mulai kesulitan mendapatkan produk tertentu. (aSP)









