Sekolah Rusak Imbas Erupsi Gunung Semeru, Mendikdasmen Bangun Sekolah Darurat dan Revitalisasi Sekolah yang Rusak
astakom.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti akan mendirikan sekolah darurat, bagi siswa terdampak erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur.
Erupsi Gunung Semeru sekolah rusak, bangunan SDN 2 Supirurang, yang berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, bahkan hanya tersisa fondasi.
"Kami baru melakukan berbagai inventarisasi, tapi prinsipnya begini, kami dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah ada mitigasi," kata Abdul Mu'ti, di Balai Kota Surabaya, dikutip Rabu (26/11/2025).
Revitalisasi Sekolah Rusak
Selain sekolah darurat, Kemendikdasmen juga memastikan pembangunan kembali sekolah yang rusak berat. Namun, Abdul Mu’ti belum membeberkan jadwal pasti proses revitalisasi tersebut.
“Sekolah yang rusak berat kami prioritaskan tahun depan untuk mendapatkan dana dari program revitalisasi 2026. Anggaran revitalisasi tahun 2026 memang turun dari tahun ini yang mencapai Rp 16,9 triliun,” jelasnya.
Abdul Mu’ti berharap ada tambahan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 agar proses perbaikan sekolah terdampak bencana bisa segera dipercepat.
Tahap Awal akan Dibangun Sekolah Baru
Abdul Mu’ti mengatakan, dalam tahap awal pemerintah akan mendirikan sekolah baru, agar para siswa bisa segera mendapatkan akses pendidikan.
"Kami akan berusaha, untuk paling tidak pada tahap awal nanti mendirikan sekolah-sekolah darurat dulu, agar anak-anak bisa belajar," ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak yang rumahnya terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, mulai kembali masuk sekolah meski dengan kondisi serba terbatas, pada Senin (24/11/2025).
Sebagian besar siswa berangkat dari posko pengungsian dan tak mengenakan seragam lengkap. Puluhan murid SDN Supiturang 02 juga terpaksa menumpang belajar di SDN Supiturang 01 karena bangunan sekolah mereka rusak akibat terjangan APG pada Rabu (19/11/2025). (aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Dari balik kondisi yang masih penuh abu erupsi Semeru, Mendikdasmen Abdul Mu’ti gercep menyiapkan sekolah darurat biar anak-anak Lumajang tetap bisa belajar tanpa harus nunggu bangunan baru berdiri. Sambil ngebut inventarisasi kerusakan, pemerintah juga nyiapin revitalisasi sekolah rusak berat lewat anggaran 2026—meski dananya turun, harapannya ada tambahan biar perbaikannya makin cepat. Di lapangan, banyak siswa yang sudah mulai kembali belajar dari posko pengungsian atau nebeng sekolah lain, bukti bahwa semangat belajar tetap nyala meski fasilitasnya masih serba terbatas.











