Pemerintah Upayakan Harga Beras Stabil Saat Nataru, Bapanas Pastikan Pasokan Aman di Bali
astakom.com, Jakarta- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, pergerakan harga beras nasional mulai menunjukkan tanda- tanda stabil. Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per Minggu terakhir dibulan November 2025 mencatat harga rata-rata beras kualitas super II di pasar modern berada di angka Rp16.690 per kilogram, sedikit lebih rendah dibanding pekan sebelumnya.
Dari seluruh provinsi, Kalimantan Timur masih menjadi wilayah dengan harga beras termahal, yakni Rp21.100 per kilogram. Angka tersebut bertahan dari bulan lalu dan mendekati rekor tertingginya. Jawa Tengah menyusul di posisi kedua dengan harga Rp19.700, lalu Sumatera Barat di Rp19.150.
Sementara Provinsi Bali sebagai lokasi yang berpotensi ramai pengunjung saat liburan Nataru, pemerintah menjamin pasokan dilaporkan tetap aman. Mengutip Deputi Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam rapat koordinasi di Denpasar menyampaikan Bali menarget kebutuhan pangan sekitar 15 juta orang per tahun, kondisi suplai tetap terkendali.
Fluktuasi harga beras dibeberapa tempat
Sementara untuk Provinsi non Jawa lainya, Kalimantan Utara dan Maluku Utara juga mencatat harga cukup tinggi, masing-masing di Rp19.000 dan Rp18.650 per kilogram. Di sisi lain, ada 18 provinsi yang menjual beras kualitas super II di bawah rata-rata nasional. Tiga daerah dengan harga paling ramah di kantong adalah Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat.Selaras dengan hal tersebut, Badan Pangan Nasional menyebut masih ada sejumlah kabupaten/kota yang mengalami fluktuasi harga beras secara nasional. "Sebelumnya dari 50 kota/ kabupaten, kini tinggal 39 wilayah yang masih mengalami fluktuasi harga" ujar Andriko.
Deputi Bapanas itu menekankan, faktor- faktor dalam menjaga stabilitas harga beras tadi diantaranya disebabkan oleh inisiatif berbagai intervensi yang dijalankan oleh pemerintah.
"Menjaga stabilitas harga beras penting, karena komoditas ini menjadi penentu langsung daya beli masyarakat dan kesejahteraan petani" ujarnya.
Bapanas salurkan intensif beras dan minyak goreng
Untuk menjaga stok peredaran beras tetap adem menjelang Nataru, Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter bagi kelompok penerima manfaat. "Langkah ini sebagai upaya awal, agar masyarakat tidak ikut terdampak bila terjadi lonjakan harga" tutup Andriko.Dalam penyaluran intensif beras pemerintah tadi, Bapanas menarget distribusi SPHP beras di Bali juga digenjot di semua jalur ritel. Dari target lebih dari 20 juta kilogram, realisasi sudah mencapai 7,9 juta kilogram atau sekitar 39 persen. Sisa target terus dikejar agar harga tetap berada dalam rentang HET dan tidak memicu gejolak pasar.(aSP)










