Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik untuk Lansia: Pak Presiden Sudah Perhatikan Rakyat Kecil
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo sudah membagikan sekitar 1.000 unit becak listrik untuk penarik becak lansia di sejumlah kota di Pulau Jawa.
Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bekerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), bantuan tersebut telah disalurkan antara lain: 140 unit di Kendal, 100 unit di Demak, 100 unit di Jepara, 60 unit di Pati, 80 unit di Kudus, daan 100 unit di Rembang, Jawa tengah.
Pembagian becak listrik di Jabar dan Banten
Adapun di Jawa Barat sudah disalurkan sebanyak 100 unit di Indramayu dan 140 unit di Kota Tangerang, Banten. Presiden menargetkan sebanyak 10 ribu unit becak listrik terdistribusi tahun ini dan 30 ribu unit pada 2026.
"Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik," kata Prabowo, ketika pidato saat acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
Beberapa diantara Lansia yang menerima, mengaku senang dapat menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Lansia tersebut ialah Kandi (65) dan Slamet (70).
Kisah Kandi 30 Tahun Menjadi Supir Becak
Kandi (65) sudah 30 tahun lebih berprofesi sebagai supir becak kayuh. Sekarang ia bisa duduk lebih nyaman dengan becak listrik yang memiliki tuas gas.
“Saya awalnya narik becak di Bogor, pindah ke Tangerang tahun 1995. Sampai sekarang masih narik becak,” ujar Kandi di pangkalan becak Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang, Senin (17/11).
Setiap hari Kandi mangkal di Pasar Induk Tanah Tinggi, sekitar dua kilometer dari rumahnya yang berada dekat RS Sitanala, rumah sakit khusus penyakit kusta yang pernah dikunjungi Lady Diana pada November 1989 silam.
Ia sudah tiba di Pasar Induk sejak pukul 02.30 dini hari, membantu memikul barang dagangan konsumen sebelum mengantarkannya menggunakan becak.
“Saya mangkal di pasar biasanya sampai jam 10 pagi,” kata ayah lima anak kelahiran Sukabumi itu.
Mendapat bantuan becak listrik, Kandi mengaku sangat terbantu. Ia tak perlu lagi menggenjot becak sekuat tenaga. Cukup menarik gas, hanya sesekali mengayuh bila membawa muatan berat di jalan agak menanjak.
“Saya gembira sekali, Alhamdulillah. Ini sangat membantu buat menafkahi keluarga saya. Meringankan beban saya juga. Maklum saya kan semakin tua,” ujarnya sambil tersenyum.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan Bapak Presiden sehat dan panjang umur. Anak saya juga senang, ada rezeki buat Bapak usaha,” tutupnya.
Pak Slamet sejak 2018 menjadi supir becak
Selain itu, Lansia lain Slamet (70), sejak 2018 menjadi supir becak. Becak listrik pemberian Presiden Prabowo bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol harapan baru.
“Perbedaanya enak, engga gowes lagi. Kakinya juga ga pegel, kalau yang manual kakinya pada pegel. Keringetnya juga engga begitu parah,” ungkapnya.
Slamet yang sehari-harinya mangkal di depan Stasiun Tangerang kota dari jam 07.00 WIB sampai jam 17.00 WIB, mengaku terharu mendapatkan bantuan becak listrik dari Prabowo. Menurutnya, Prabowo adalah sosok Presiden yang peduli pada rakyat kecil seperti dirinya.
“Pak Presiden sudah memperhatikan rakyat kecil. Seperti tukang becak, sebagai rakyat kecil. Saya mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Slamet memberikan harapan ke depannya penyaluran bantuan becak listrik dapat merata. Seluruh tukang becak yang berprofesi sama sepertinya juga mendapatkan bantuan dari Prabowo.
“Saya berharap harus semua ya, seluruh Indonesia bisa mendapatkan ini ya (becak listrik) biar diganti yang gowes kaki. Pak Presiden memperhatikan orang-orang kecil,” pungkasnya.(aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Program becak listrik dari Presiden Prabowo kasih napas baru buat para penarik becak lansia—kerja lebih ringan, pemasukan lebih stabil. Udah ribuan dibagikan dan masih lanjut sampai 2026, jadi bukti kalau teknologi sederhana bisa langsung ngangkat kualitas hidup di level akar rumput.











