Presiden Prabowo: Pelajar di Wilayah 3T jadi Prioritas Penerima Smart TV

Editor: Usman
Senin, 17 November 2025 | 19:18 WIB
Presiden Prabowo: Pelajar di Wilayah 3T jadi Prioritas Penerima Smart TV
[Tim Media Presiden]

astakom.com, Bekasi— Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) harus menjadi prioritas pertama penerima pendistribusian Papan Interaktif Digital (PID/IFP).

Prabowo menyampaikan bahwa penyaluran media belajar berupa papan interaktif atau smart board ini menjadi bagian dari program besar pemerataan kualitas pendidikan nasional, sekaligus langkah strategis untuk memastikan bahwa anak-anak di wilayah paling terpencil pun mendapatkan akses teknologi pembelajaran yang sama seperti di kota besar.

“Suatu saat orang akan mengenang bagaimana 288 ribu alat ini bisa didistribusikan ke semua sekolah di Indonesia termasuk yang di 3T, di tempat yang paling terpencil, paling terluar, dan daerah paling tertinggal. Kita kirim ke situ, bahkan itu prioritas pertama yang kita kirim,” ujar Presiden Prabowo pada Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025)

Presiden menyampaikan bahwa laporan yang diterimanya menunjukkan sebagian perangkat sudah tiba di berbagai sekolah, termasuk di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau

Seluruh sekolah harus terima bantuan smartboard

Meski proses distribusi ini tidak mudah, pemerintah berkomitmen untuk memastikan semua sekolah mendapatkannya secara merata.

“Alhamdulillah sebagian sudah sampai. Saya dapat laporan ada 140 sekolah yang ada di pegunungan-pegunungan yang susah, tapi insyaAllah kita pun susah tapi kita akan sampai ke situ. Dan kita akan dibantu TNI dan Polri supaya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama,” terangnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa digitalisasi pendidikan diprioritaskan untuk hadir di tempat-tempat yang selama ini tertinggal. Ia pun mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk memperkuat ekosistem pembelajaran digital dengan membangun studio pengajaran yang menjadi pusat produksi materi pembelajaran berkualitas yang dapat diakses sekolah-sekolah di seluruh Indonesia secara serentak.

“Ini baru awal. Kita akan terus tingkatkan. Kita akan segera buka studio di Jakarta, guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia. Guru di daerah yang merasa perlu kekuatan, dia bisa buka, dan semua modul ini nanti boleh diakses gratis oleh siapa pun,” jelasnya.

Dampak ekosistem digital
Tak hanya sekolah, masyarakat umum juga akan mendapatkan manfaat besar dari ekosistem digital ini.

“Jadi kalau anak-anak atau orang tua di rumah punya gadget, ingin menatar atau memberi les anaknya, dia bisa buka dan memberi pelajaran di rumah. Semua ini akan tersedia untuk seluruh bangsa Indonesia,” tambah Prabowo.

Dalam arahannya, Prabowo memberi motivasi khusus kepada para siswa agar memanfaatkan fasilitas baru ini untuk belajar dengan tekun dan penuh semangat.

“Semua anak-anak sekolah di Indonesia, belajar yang baik. Masa depanmu cerah. Indonesia nanti insyaAllah akan jadi negara hebat,” ucapnya dengan optimis.

Presiden kemudian menyorot visi besarnya dalam membangun industri nasional, termasuk transportasi umum berbasis listrik.

“Kita akan punya mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri. Saya sudah siapkan nanti semua becak seluruh Indonesia harus dari motor listrik. Tidak boleh lagi ada pengemudi becak usianya di atas 70 tahun,” ungkapnya seraya meminta para menteri memikirkan langkah implementasinya.

Sebagai penutup, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan maju.

“Indonesia akan bangkit. Bersama-sama kita menuju Indonesia hebat, Indonesia emas. Anak-anak belajar yang baik, tekun, hormati gurumu, cintai orang tuamu, semangat cinta Tanah Air. Merdeka!” pungkasnya.(Usm/aSP)

Gen Z Takeaway

Digitalisasi sekolah yang dikebut Prabowo—mulai dari smart board sampai rencana studio pengajaran nasional—bikin vibes masa depan pendidikan Indonesia makin nyata. Fokusnya jelas: anak-anak di 3T harus dapat akses teknologi yang sama kerennya kayak sekolah-sekolah di kota.

Ini bukan sekadar bagi-bagi alat, tapi bikin semua orang bisa belajar dari mana saja, bahkan cuma modal gadget. Dengan energi optimis dan dorongan buat generasi muda biar semangat belajar, proyek ini terasa seperti upgrade besar menuju Indonesia yang lebih cerdas, modern, dan siap melesat ke masa depan.

Digitalisasi Pendidikan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Papan Interaktif Digital Papan pintar Prabowo Subianto Presiden Prabowo Smart TV Televisi Pintar

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB